140 WNI Tinggal di Apartemen Hong Kong Terbakar, Semua Pekerja ART

2 hours ago 4

CNN Indonesia

Sabtu, 29 Nov 2025 09:10 WIB

KJRI RI Hong Kong melaporkan ada sekitar 140 WNI tinggal dan bekerja di kompleks apartemen Wang Fuk Court, Tai Po, yang terbakar hebat pada Rabu (26/11). KJRI RI Hong Kong melaporkan ada sekitar 140 WNI tinggal dan bekerja di kompleks apartemen Wang Fuk Court, Tai Po, yang terbakar hebat pada Rabu (26/11). (Foto: REUTERS/Tyrone Siu)

Jakarta, CNN Indonesia --

Konsulat Jenderal RI Hong Kong melaporkan ada sekitar 140 warga Indonesia (WNI) tinggal dan bekerja di kompleks apartemen Wang Fuk Court, Tai Po, yang terbakar hebat pada Rabu (26/11).

Melalui pernyataan pada Sabtu (29/11), KJRI Hong Kong menuturkan berdasarkan data ketenagakerjaan serta verifikasi lapangan, 140 WNI yang tinggal di kompleks apartemen tersebut merupakan pekerja migran Indonesia (PMI) sektor domestik yang tinggal dan bekerja di permukiman itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dari jumlah tersebut, 61 (enam puluh satu) orang diantaranya telah berhasil dikonfirmasi keberadaan dan kondisinya; termasuk WNI/PMI korban meninggal. Sementara itu, 79 (tujuh puluh sembilan) WNI/PMI lainnya masih terus diverifikasi keberadaan dan kondisinya," bunyi pernyataan KJRI Hong Kong.

Dari delapan gedung apartemen yang ada, tujuh di antaranya ludes terbakar pada Rabu siang hingga malam waktu lokal.

Hingga kini, kebakaran telah menewaskan 128 orang, termasuk tujuh WNI. Sebanyak puluhan korban lain yang selamat mengalami luka serius termasuk satu WNI.

KJRI Hong Kong melaporkan tujuh WNI yang meninggal dunia seluruhnya merupakan perempuan dan bekerja sebagai PMI sektor domestik.

KJRI Hong Kong sejauh ini telah ikut mengirim tim ke lapangan untuk mengidentifikasi WNI terdampak peristiwa ini dan mendistribusikan sejumlah bantuan darurat, hingga mendirikan posko kedaruratan.

"Turut menjalin komunikasi dengan simpul-simpul masyarakat guna menjaring informasi keberadaan dan kondisi WNI/PMI yang mungkin terdampak."

Hingga kini, otoritas Hong Kong masih menyelidiki penyebab kebakaran terbesar dalam beberapa dekade terakhir ini, yang melanda salah satu permukiman padat penduduk ini.

Terdampat sekitar 2.000 unit apartemen dalam delapan gedung kompleks ini. Menurut laporan media local, sekitar 4.000 lebih orang tinggal di kompleks apartemen ini dengan banyak dari mereka merupakan lansia.

(rds)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Entertainment |