4 Kudeta Gagal Paling Dramatis di Dunia, Ada yang Sampai Bunuh Diri

1 hour ago 3

CNN Indonesia

Minggu, 30 Nov 2025 15:50 WIB

Kasus kudeta gagal beberapa kali terjadi. Namun ada yang dramatis hingga menelan korban nyawa. Mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro ditangkap karena dituduh melakukan kudeta terhadap pemerintahan Lula Da Silva. (Reuters/Washington Alves)

Jakarta, CNN Indonesia --

Mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro dipenjara 27 tahun atas keterlibatannya dalam kudeta gagal pada 2022.

Keputusan itu setelah Mahkamah Agung (MA) Brasil menutup kasus kudeta Bolsonaro pada Selasa (25/11), yang tak bisa lagi mengajukan banding.

Mantan presiden itu terbukti merencanakan kudeta kepada Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva. Rencana kudeta itu dibuat setelah ia kalah dalam Pilpres 2022.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kasus kudeta gagal beberapa kali terjadi. Namun ada yang dramatis hingga menelan korban nyawa.

Berikut empat kasus yang pernah terjadi dikutip dari situs listverse.com.

1. Irak

Saddam Hussein adalah salah satu presiden Irak paling kuat yang pernah ada. Berkuasa selama lebih dari 20 tahun dengan tangan besi yang berdarah. Setelah berkuasa pada tahun 1979, Hussein dengan cepat melenyapkan oposisi dengan memerintahkan eksekusi semua ancaman politik.

Dia bermusuhan dengan sebagian negara Arab dan juga Amerika Serikat. Pada 1996 sebuah upaya kudeta dilancarkan dengan dukungan penuh AS di bawah presiden Bill Clinton dengan dukungan anggaran $100. Dilaporkan, Intelijen Inggris, Intelijen AS (CIA) bekerjasama dengan sejumlah besar agen serta rekrutan Kurdi dan Irak.

Tim tersebut, yang menggunakan "Kesepakatan Nasional Irak" (INA) sebagai organisasi kedok, bermarkas di Amman, Yordania, dan dipimpin oleh Dr Iyad Mohammed Alawi, mantan anggota partai Baath yang berkuasa di Irak.

Operasi tersebut, dengan nama sandi "kudeta Peluru Perak", seharusnya dilaksanakan di saat Baghdad sedang rentan akibat hubungan yang lemah di dalam rezim Saddam dan hubungan yang tegang dengan Raja Yordania. Namun, sebelum kudeta berjalan dan tim dapat menyelesaikan misi, Alawi mulai secara terbuka mengakui kepada media bahwa ia menginginkan kudeta untuk menggulingkan Hussein.

Di balik layar, terungkap bahwa sejumlah rekrutan CIA adalah agen ganda, transmisi satelit INA dibajak, dan Presiden Hussein mengetahui rencana mereka. Kudeta tersebut langsung digagalkan. Hussein menangkap 160 perwira militer dan konspirator, banyak di antaranya dieksekusi mati.

2. Ethiopia

Kaisar Haile Selassie I adalah penguasa Ethiopia di awal abad 20. Bahkan sebelum penobatannya, Selassie difokuskan pada membawa Ethiopia ke era modern, setelah memperkenalkan kemajuan seperti mesin cetak, mobil, telepon, dan sistem hukum yang dirombak. Namun kekuasaannya yang diktator gagal menghilangkan sistem kelas yang mengatur pertanian. Dia juga memegang kendali kuat pada sistem hukum negara.

Pada bulan Desember 1960 sekelompok perwira dan rekan militer yang gigih, dipimpin oleh dua bersaudara Germame dan Mengistu Neway (komandan Garda Kekaisaran Ethiopia), berencana merebut Addis Ababa (ibu kota) saat Selassie sedang berada di luar negeri.

Dengan bantuan Garda Kekaisaran, para pemberontak menangkap putra mahkota dan sejumlah pejabat pemerintah. Mereka disandera selama beberapa hari, dan 15 di antaranya kemudian tewas.

Sayangnya, rencana para pemberontak kurang matang dan hanya mendapat sedikit dukungan dari penduduk serta menteri dan pejabat penting pemerintah. Hal ini menjadi akhir dari upaya kudeta.

Selassie yang baru kembali dari perjalanannya, setelah mendengar kerusuhan tersebut berhasil mengecoh para pemberontak dan merebut kembali ibu kota. Banyak pelaku kemudian melarikan diri ke pinggiran kota dan diburu serta dibunuh, termasuk Germame Neway. Mengistu diadili di pengadilan militer.

Bersambung ke halaman berikutnya...


Read Entire Article
Entertainment |