4 Mitos Memasak, Sebaiknya Berhenti Percaya Agar Tidak 'Sesat'

20 hours ago 4
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Saat ini, informasi tentang nutrisi bertebaran di media sosial. Tak sedikit influencer yang juga menyarankan cara-cara unik agar makanan lebih sehat.

Beberapa cara mungkin masih terdengar masuk akal, tapi banyak juga yang justru menyesatkan. Bahkan muncul banyak mitos soal memasak yang tumpang tindik dengan fakta sebenarnya.

Beberapa mitos soal memasak ini bahkan sudah diyakini cukup lama, padahal belum terbukti kebenarannya. Apa saja mitosnya? Berikut ulasannya, melansir Eating Well:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Mitos: Mengukus adalah satu-satunya cara sehat dalam memasak

Faktanya, mengukus memang bagus, tetapi bukan satu-satunya cara sehat. Metode lain seperti memanggang, menumis, atau bahkan menggunakan microwave juga bisa mempertahankan nutrisi.

Takut kalori tambahan dari minyak? Jangan khawatir! Minyak sehat seperti minyak zaitun extra virgin atau minyak alpukat justru membantu penyerapan nutrisi penting dalam sayuran. Jadi, jangan ragu untuk mencoba berbagai cara memasak agar lebih bervariasi dan nikmat.

2. Mitos: Daging ayam putih lebih sehat dari daging ayam gelap

Banyak yang mengira hanya daging ayam putih, seperti dada ayam yang sehat, padahal daging ayam gelap atau bagian paha dan kaki juga kaya manfaat.

Daging ayam gelap mengandung zat besi, zinc, dan riboflavin (vitamin B2) yang penting untuk energi dan daya tahan tubuh. Sementara itu, daging ayam putih lebih tinggi fosfor serta vitamin B6 dan B12, yang penting untuk metabolisme.

Hal yang terpenting adalah keseimbangan. Kombinasikan dengan sayur dan sumber serat lainnya agar mendapatkan manfaat nutrisi yang optimal.

Frozen chicken in the frost on the tableIlustrasi. Bagian dada sering dianggap lebih sehat dari paha, padahal keduanya sama-sama bergizi. (Stockphoto/Photosiber)

3. Mitos: Memasak menghilangkan semua nutrisi dalam makanan

Hal ini tidak sepenuhnya benar. Memang, beberapa nutrisi seperti vitamin C bisa berkurang saat terkena panas. Namun, ada juga nutrisi yang justru lebih mudah diserap tubuh setelah dimasak, seperti beta-karoten dalam wortel.

Tips cerdasnya adalah, jika memasak dengan air, gunakan juga airnya dalam masakan, misalnya untuk sup atau kuah sayuran, agar nutrisi tidak terbuang.

4. Mitos: Canola Oil tidak sehat

Banyak yang menghindari minyak canola karena mitos bahwa minyak ini tidak sehat. Faktanya, minyak canola kaya lemak tak jenuh tunggal dan omega-3 yang baik untuk jantung dan otak.

Dengan titik asap yang tinggi (sekitar 204°C), minyak ini cocok untuk memasak berbagai hidangan. Jika lebih suka versi alami, pilih minyak canola organik atau yang diproses dengan cara cold-pressed.

[Gambas:Video CNN]

(tis/tis)

Read Entire Article
Entertainment |