Jakarta, CNN Indonesia --
Informasi terbaru dari operasi SAR helikopter PK-CFX milik PT Matthew Air yang jatuh di wilayah Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, menyatakan semua orang di dalamnya sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Total ada delapan orang atau semua korban dalam pesawat jatuh itu yang telah ditemukan. per Jumat (17/4) dini hari WIB, lima korban tewas sudah dievakuasi, dan tiga masih terjepit di dalam puing-puing badan helikopter.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proses evakuasi terhadap tiga korban tersebut masih terus diupayakan pada Jumat pagi ini.
Kasat Reskrim Polres Sekadau Iptu Zainal Abidin memaparkan tim gabungan harus bekerja ekstra karena kondisi medan yang sulit serta posisi badan helikopter yang berada di area terjal. Operasi evakuasi melibatkan unsur TNI, Polri, Basarnas, serta tim gabungan lainnya dengan menggunakan peralatan khusus untuk memotong bagian badan helikopter.
Sejauh ini, fokus utama tim di lapangan adalah mengevakuasi seluruh korban dan memastikan seluruh jenazah dapat segera dibawa keluar dari lokasi kejadian.
"Karena kondisinya tidak memungkinkan, kami lanjutkan [Jumat] pagi nanti," ujar Zainal yang turut ikut proses pencarian di lokasi kejadian, Kamis (16/4) malam, dikutip dari detikKalimantan.
Helikopter yang jatuh itu diketahui mengangkut delapan orang yakni dua kru Capt. Marindra W (pilot) dan Harun Arasyid (EOB), serta enam penumpang: Patrick K, Victor T, Charles L, Joko C, Fauzie O, dan Sugito.
Kronologi helikopter jatuh ditemukan
Helikopter PK-CFX milik PT Matthew Air sebelumnya mengalai hilang kontak di Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau pada Kamis siang kemarin.
Tim SAR gabungan pun segera dikerahkan untuk melakukan pencarian. Selain mengerahkan helikopter Super Puma, tim SAR juga menggunakan sepeda motor hingga mobil untuk menjangkau area sulit.
"Kita kerahkan semua potensi, baik udara maupun darat. Kendaraan roda empat dan sepeda motor digunakan untuk menjangkau lokasi yang tidak bisa dilalui mobil," ujar ADC Kepala Kantor SAR (Basarnas) Pontianak, Ridwansyah, Kamis kemarin.
Dia menerangkan kondisi geografis di sekitar lokasi kejadian memang menjadi tantangan. Area didominasi hutan lebat, perbukitan, serta akses jalan terbatas, sehingga tim harus bergerak fleksibel menyesuaikan medan.
Serpihan helikopter PK-CFX kemudian terdeteksi dari udara di kawasan hutan Dusun Hulu Peniti, yang menjadi lokasi jatuhnya helikopter nahas tersebut.
"Setelah melakukan searching dan holding dua sampai tiga kali, tim udara menemukan serpihan. Titik awal ini disampaikan oleh Kapten Pilot Puskorma, Abdi Ridho," ujar Ridwansyah.
Baca berita lengkapnya di sini.
(kid/wis)
Add
as a preferred source on Google

















































