Adu Ambisi Mawar Eva de Jongh dan Deva Mahenra di Dapur, ‘Luka, Makan, Cinta’ Penuh Rasa dengan Sajian Penuh Daya Tarik

13 hours ago 4

Fimela.com, Jakarta - Apa jadinya jika Mawar Eva de Jongh dan Deva Mahenra bersaing di dapur sebuah restoran? Bukan sekadar adu kemampuan memasak, tapi juga adu ambisi, ego, dan pembuktian diri.

Hal tersebut pun terjadi dalam serial Netflix terbaru berjudul Luka, Makan, Cinta. Cerita bermula dari Mawar yang berperan sebagai Luka seorang Chef muda hadir sebagai sosok penuh determinasi yang merasa sudah siap naik level. Ia membawa semangat, intuisi, dan kedekatan emosional dengan dapur yang sudah lama menjadi bagian hidupnya. Luka juga l bertekad menjadi head chef di restoran legendaris bernama Umah Rasa

Namun, keyakinan itu diuji diuji dan menghadapi tantangan besar kala sang ibu yang dipernakan oleh Sha Ine Febriyanti, sang ibu merupakan head chef dan pemilik restoran justru menaruh kepercayaan pada seorang chef baru bernama Dennis yang diperankan Deva Mahendra. Dennis yang juga seorang Chef datang dengan pengalaman matang dan standar tinggi sebagai chef profesional. 

Sutradara Teddy Soeria Atmadja menyampaikankan serial ini memiliki banyak rasa dan menyajikan berbagai unsur kuliner nusantara, dilengkapi dinamika keluarga yang terasa dekat di hati serta bumbu romansa.

“Cerita ini awalnya didesain sebagai film, tapi setelah menjadi serial dengan delapan episode kisahnya menjadi lebih menarik dan luas. Gagasan awalnya adalah ibu dan anak yang belum mengenali satu sama lain dengan baik dan dengan karakteristik yang berbeda, anak sebagai sous chef ambisius yang merasa sudah bisa menjadi head chef tapi sang ibu belum percaya. Dinamika itu menarik bagi saya, ditambah setting di dapur restoran menambah rasa dan karakter bagi cerita. Pada akhirnya ini tentang hubungan antara manusia, baik ibu dan anak, laki-laki dan perempuan, maupun teman,” ujar Sutradara Teddy Soeria Atmadja saat Konferensi Pers Luka, Makan, Cinta pada (15/4/26) di Jakarta. 

Para Pemain Jalani Workshop Memasak

Agar terlihat benar-benar realistis, Teddy mengungkapkan para pemeran menjalani workshop memasak demi bisa memerankan karakter-karakter yang fasih bekerja di dapur, begitu pula semua kru yang menjalani syuting di dapur demi bisa mewujudkan adegan yang menampilkan proses memasak dengan mendetail dan apik. 

Agar visual makanan lebih menarik, Teddy dan tim pun berkonsultasi dengan food stylist dan food designer mengawali proses syuting untuk menentukan makanan-makanan Umah Rasa dan kedua pihak tersebut juga senantiasa mendampingi selama syuting untuk memastikan hasil terbaik tampil di kamera.

“Makanan Umah Rasa sebenarnya adalah masakan rumahan Indonesia tapi kami ingin menampilkannya dengan lebih artistik dan menarik. Ini merupakan hasil kolaborasi departemen artistik dengan food stylist,” tambahnya.

Mawar Eva de Jongh yang memainkan peran Luka juga mengungkapkan persiapan syuting ini workshopnya seperti belajar basicnya cara motong yang benar gimana hingga belajar cara plating. Selama syuting ia pun ditemani Chef yang membuatnya percaya diri. 

“Workshop kurang lebih tiga bulan, belahar teknik motong dan fokus plating. Saat workshop juga membuat menu-menu dari skrip. Reading juga intens tiga bulan banyaknya di dapur jadi pas syuting percaya diri,” ungkap Mawar. 

Deva juga mengungkapkan workshop tersebut pun dapat membangun chemistry antara dirinya dan Mawar. “Ini project pertama saya sama Mawar, jadi bangun chemistry juga saat workshop dan reading,” kata Deva

Deva dan Mawar sama-sama menyampaikan bahwa dari pengalaman syuting ini mereka mendapatkan pemahaman baru tentang proses menghasilkan makanan di restoran.

“Kami jadi memahami kerja keras di dapur dan betapa tidak mudahnya untuk tetap berfokus dalam situasi yang penuh tekanan, berisik, dan panas,” kata Deva yang disepakati Mawar.

Hubungan Ibu dan Anak di Serial Luka, Makan, Cinta

Dalam serial ini Luka meyakinkan dan menunjukkan pada ibunya—head chef sekaligus pemilik restoran—bahwa ia sudah pantas mendapatkan posisi head restoran tersebut. Namun sang ibu justru menaruh kepercayaan pada seorang chef baru bernama Dennis. Perbedaan sudut pandang di antara keduanya semakin memicu ketegangan di antara ibu dan anak hingga hubungan mereka menjadi renggang.

“Dinamika hubungan ibu dan anak di serial ini datang dari cara didik keduanya yang berbeda. Ibu Sari mungkin berbeda dengan gaya parenting zaman sekarang, tapi bukan berarti dia tidak cinta dan dia juga punya gengsi yang tidak bisa diungkapkan. Latar belakang keduanya yang berbeda membuat kepribadian mereka berlainan dan cara mengungkapkan sayang juga jadi berbeda,” kata Mawar

Sha Ine Febriyanti sebagai pemeran Sari berkata Sari adalah ibu yang cukup kuno, mendidik anak dengan sangat keras dengan tujuan agar anaknya menjadi sesuatu yang lebih dari dia. 

“Sari sebenarnya mempersiapkan anaknya untuk Umah Rasa, tempat dedikasi dia sepanjang hidupnya. Sari ini unik karena dia karakter yang terlihat ambisius padahal tidak, dia terlihat galak tapi dicintai oleh seluruh krunya. Dia adalah akar dari kompleksitas perjalanan Luka,” paparnya. 

Deva Mahenra menyampaikan, sebagai head chef di Umah Rasa dan setelah berkelana di banyak restoran, Dennis melihat ini sebagai peluang mewujudkan ambisinya untuk mendapatkan bintang Craft, sesuatu yang dianggap sebagai pencapaian tertinggi untuk restoran. Namun kehadiran Dennis jadi penghalang mimpi dan harapan seorang anak meneruskan dedikasi ibunya. 

“Akhirnya terjadi rivalitas dengan kepentingan masing-masing, walau pada akhirnya persaingan Luka dan Dennis ini menjadikan Umah Rasa lebih baik lagi,” kata Deva

Penasaran bagaimana kelanjutan serial ini? Serial Luka, Makan, Cinta  tayang pada 15 April 2026 di Netflix. Selain dibintangi Mawar Eva de Jong dan Deva Mahenra, ada juga pemain lainnya seperti Adipati Dolken, dan Asmara Abigail. 

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

  • Anisha Saktian Putri

    Author

    Anisha Saktian Putri
Read Entire Article
Entertainment |