Amran Pastikan Tetap Ekspor Beras 2.280 Ton Meski Selat Hormuz Ditutup

2 hours ago 7

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan Indonesia tetap mengekspor beras sebanyak 2.280 ton ke Arab Saudi meski Selat Hormuz dilaporkan ditutup menyusul eskalasi perang Israel dan Iran.

Adapun Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis penghubung Teluk Persia dengan Laut Arab yang menjadi salah satu rute utama perdagangan minyak dunia. Bos Badan Pangan Nasional (Bapanas) itu menegaskan kondisi sektor pertanian dan peternakan nasional tidak terdampak situasi geopolitik tersebut.

"Ekspor berasnya (ke Arab Saudi) tanggal 7 (Maret)," kata Amran di Kantor Kementan, Jakarta Selatan, Selasa (3/3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terkait eskalasi konflik di Timur Tengah, Amran menepis kekhawatiran adanya gangguan terhadap produksi dalam negeri.

"(Peternakan dan pertanian Indonesia) tidak terganggu, aman-aman," ujarnya singkat.

Amran mengatakan pemerintah tetap melanjutkan rencana ekspor beras sebanyak 2.280 ton dalam beberapa hari ke depan. Ia berharap pengiriman tersebut berjalan lancar tanpa kendala, meski situasi geopolitik global tengah tidak menentu.

Menurutnya, ketegangan internasional berpotensi mendorong kenaikan harga bahan baku, sehingga pemerintah perlu mengantisipasi dengan memastikan ketersediaan pangan dan protein dalam negeri tetap cukup agar kondisi nasional tetap aman.

"Ini hampir pasti harga bahan baku bisa naik. Makanya kita antisipasi pangan kita cukup, protein kita cukup, Indonesia aman," kata Amran.

Ekspor beras 2.280 ton tersebut merupakan bagian dari pengiriman untuk kebutuhan konsumsi jemaah haji Indonesia di Arab Saudi. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan alias Zulhas sebelumnya menyebut pengiriman ini menjadi ekspor perdana beras RI ke Arab Saudi.

Pengiriman dilakukan dalam dua gelombang, masing-masing pada akhir Februari dan awal Maret 2026. Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani sebelumnya menjelaskan total beras yang dikirim sesuai permintaan Kementerian Haji Arab Saudi sebanyak 2.280 ton, dan telah melalui koordinasi lintas kementerian serta prosedur ekspor yang berlaku.

Langkah ekspor tersebut dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Garda Revolusi Iran (IRGC) dilaporkan menutup Selat Hormuz setelah serangan Amerika Serikat bersama Israel ke Iran pada Sabtu (28/2). Media lokal Iran, Tasnim, menyebut penutupan dilakukan karena situasi dinilai tidak aman akibat agresi militer dan respons Iran.

Selat Hormuz merupakan jalur vital pengiriman minyak dan gas dunia. Penutupan jalur tersebut berpotensi memicu lonjakan harga energi global dan berdampak pada biaya logistik serta harga bahan baku di berbagai negara.

[Gambas:Video CNN]

(del/ins)

Read Entire Article
Entertainment |