CNN Indonesia
Sabtu, 29 Nov 2025 21:17 WIB
Kebakaran apartemen Hong Kong menewaskan 128 orang hingga Sabtu (29/11). (REUTERS/Maxim Shemetov)
Jakarta, CNN Indonesia --
Pekerja Indonesia yang berprofesi sebagai Asisten Rumah Tangga (ART), Fita, menceritakan detik-detik momen mencekam terbakarnya kompleks apartemen di Hong Kong yang menewaskan 128 korban jiwa.
Fita merupakan salah satu dari ratusan pekerja ART asal Indonesia yang tinggal di kompleks apartemen di Hong Kong yang terbakar pada Rabu (26/11).
Ketika kebakaran terjadi, di tengah sirene berbunyi keras dan puing-puing beterbangan, Fita mengaku sudah berusaha untuk memberitahu atasannya. Namun, majikan Fita tidak mempercayainya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah keluar apartemen dan melihat dua gedung terbakar di kompleks Wang Fuk Court, Fita kembali mendesak majikannya untuk meninggalkan apartemen.
"Saya langsung bicara dengan majikan saya, saya bilang: 'Kamu harus turun sekarang'. Rasanya menakutkan. Saya hampir menangis karena melihat banyak orang kebingungan," kata Fita dikutip dari Reuters.
Fita dan majikannya akhirnya berhasil keluar dari apartemen dan selamat. Wanita 49 tahun itu kemudian tinggal di rumah darurat.
Setelah berhasil menyelamatkan diri, Fita kini berdoa bagi mereka yang masih hilang dan berusaha melacak teman-teman yang masih hilang.
Konsulat Jenderal RI Hong Kong melaporkan ada sekitar 140 warga Indonesia (WNI) tinggal dan bekerja di kompleks apartemen Wang Fuk Court, Tai Po, yang terbakar hebat pada Rabu (26/11).
Melalui pernyataan, Sabtu (29/11), KJRI Hong Kong menyebut berdasarkan data ketenagakerjaan serta verifikasi lapangan, 140 WNI yang tinggal di kompleks apartemen tersebut merupakan pekerja migran Indonesia (PMI) sektor domestik yang tinggal dan bekerja di permukiman itu.
Hingga Sabtu pagi, KJRI Hong Kong menyatakan total WNI yang meninggal karena insiden kebakaran apartemen mencapai tujuh korban jiwa.
"Berdasarkan hasil koordinasi dengan Hong Kong Police Force (HKPF), hingga saat ini, warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban meninggal dunia total berjumlah 7 (tujuh) orang," demikian keterangan KJRI Hong Kong, Sabtu (29/11).
(har)






























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5246935/original/037886700_1749495798-063_2211629707.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354665/original/013548500_1758261702-IMG-20250919-WA0005.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5273468/original/039341400_1751624719-ClipDown.com_510960588_17904224745194387_1578158069668546407_n.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354825/original/018518100_1758265848-pongki_barata_csm_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5303701/original/026205700_1754120479-Foto_7._Rosie_Pop-Up_Jakarta_-_Gandaria_City_Mall.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5326205/original/048148200_1756092105-IMG-20250825-WA0011.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5316299/original/029464000_1755231410-OFFICIAL_POSTER_-_FEED.jpg)