AS Beri Sinyal Siap Lanjut Perang Lagi dengan Iran

3 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Amerika Serikat buka peluang untuk melanjutkan perang dengan Iran menyusul kesepakatan damai kedua negara itu masih belum jelas.

Menteri Perang Pete Hegseth menyampaikan sinyal tersebut saat menghadiri konferensi tingkat tinggi pertahanan di Asia, pada Sabtu (30/5). Dia menyebut AS mampu melanjutkan perang dengan Iran jika diperlukan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami lebih dari mampu, persediaan kami lebih dari cukup untuk itu [perang lagi], baik di sana maupun di seluruh dunia karena bagaimana kami menyeimbangkan amunisi yang canggih dan lebih melimpah," kata Hegseth, dikutip AFP.

"Kami berada di posisi yang sangat baik," tambah dia.

Komando Pusat AS (CENTCOM) menggemakan sikap tersebut dengan menyatakan pasukan AS "tetap hadir dan waspada" di seluruh kawasan Timur Tengah.

Pada Kamis, AS dan Iran sepakat memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari dan memulai negosiasi soal program nuklir Teheran.

Namun, proposal itu masih harus disetujui Presiden AS Donald Trump. Ia teguh ingin melucuti program dan persenjataan nuklir Iran.

"Iran harus setuju mereka tak akan pernah memiliki senjata atau bom nuklir. Selat Hormuz segera dibuka, tanpa biaya tol, untuk lalu lintas pelayaran tanpa batasan, di kedua arah," kata Trump.

Dia lalu berujar, "Semua ranjau laut, jika ada akan dimusnahkan."

Trump dilaporkan menggelar pertemuan dengan para penasihatnya di Gedung Putih usai negosiasi AS-Iran guna membahas kesepakatan nuklir Iran pada Jumat.

Salah satu sumber yang mengetahui masalah itu mengatakan pertemuan berakhir tanpa keputusan. Dia menyebut Trump hanya ingin Iran tak akan pernah mampu mengembangkan senjata nuklir.

Sejak awal negosiasi, Trump menegaskan program nuklir Iran harus dilucuti. Namun, Teheran menolak.

Iran berulang kali menyatakan program nuklir mereka untuk tujuan sipil bukan membuat senjata.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei juga mengatakan negosiasi terakhir dengan AS fokus untuk mengakhiri perang, masalah nuklir dibahas usai konflik betul-betul rampung.

Senada, pemimpin delegasi Iran yang juga ketua DPR Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan tak akan mengambil tindakan lebih jauh.

"Tak akan ada langkah selanjutnya sebelum pihak lain bertindak. Kita tak mendapat konsesi melalui pembicaraan, tetapi melalui rudal," kata dia.

(isa/bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Entertainment |