Jakarta, CNN Indonesia --
Empat orang dilaporkan terluka menyusul sebuah "insiden" yang menghantam Bandara Internasional Dubai (DXB) pada Minggu (1/3) dini hari waktu setempat. Otoritas setempat mengonfirmasi adanya kerusakan minor pada salah satu area terminal.
Kantor Media Dubai melalui platform X menyatakan bahwa situasi telah berhasil dikendalikan dengan cepat oleh tim tanggap darurat yang berkoordinasi dengan otoritas terkait.
Empat staf yang menjadi korban luka telah mendapatkan perawatan medis segera. Pihak otoritas menekankan bahwa dampak terhadap penumpang dapat diminimalisir berkat rencana darurat yang telah diterapkan sebelumnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Berkat rencana kontinjensi yang telah disiapkan, sebagian besar terminal telah dikosongkan dari penumpang sebelum insiden terjadi," tulis pernyataan resmi tersebut, seperti dilansir Anadolu.
Meski otoritas Dubai tidak merinci jenis insiden tersebut, media Arab dan rekaman video yang beredar luas menunjukkan kerusakan bangunan bandara akibat hantaman rudal Iran.
Eskalasi ini merupakan kelanjutan dari rangkaian konflik regional usai AS dan Israel melancarkan serangan udara ke Iran dengan dalih melawan ancaman rezim Ayatollah Ali Khamenei.
Kemudian Teheran membalas dengan menghujani Israel dan pangkalan militer AS di kawasan dengan ratusan rudal dan drone.. Pada Sabtu (28/2), Uni Emirat Arab mengonfirmasi serangan Iran di beberapa wilayah, termasuk ibu kota Abu Dhabi, yang menewaskan satu warga.
Saat ini, Israel telah menetapkan status "darurat nasional segera" di seluruh wilayahnya. Di sisi lain, Iran bersumpah akan memberikan "respons yang lebih keras" terhadap setiap agresi yang menargetkan kedaulatan mereka.
Hantaman terhadap Bandara Dubai, yang merupakan salah satu hub penerbangan tersibuk di dunia, menandai meluasnya dampak konflik langsung antara poros Iran dengan sekutu Amerika Serikat di Timur Tengah.
(wiw)


















































