Bibit Siklon Tropis 93S dan 95W Terpantau Aktif, Simak Dampaknya

6 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi pergerakan dua bibit siklon tropis, 93S dan 95W di dekat wilayah Indonesia. Simak dampaknya.

BMKG menjelaskan Bibit Siklon Tropis 93S terbentuk pada 2 Maret 2026 di dalam wilayah Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta. Analisis BMKG per Minggu (8/3) pukul 07.00 WIB, mengungkap pusat sirkulasi berada di sekitar 17.9°LS 106.7°BT, di Samudra Hindia sebelah barat Australia dengan kecepatan angin maksimum 35 knot (65km/jam) dan tekanan udara minimum 996 hPa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pemantauan satelit dalam 12 jam terakhir menunjukkan aktivitas konvektif cenderung persisten hingga pukul 05.00 WIB. Namun, mulai pukul 06.00 hingga 07.00 WIB, menunjukkan penurunan aktivitas konvektif," kata BMKG dalam laman resminya, dikutip Senin (9/3).

BMKG menjelaskan struktur awan dense overcast masih dominan di sebelah barat sistem, namun area deep convection yang sebelumnya mulai berkembang lebih terorganisir, mengalami penurunan khususnya di bagian selatan dan barat sistem.

Bibit siklon ini didukung kondisi lingkungan seperti aktifnya gelombang Madden-Julian Oscillation (MJO), Kelvin, dan Low Frequency, suhu muka laut yang hangat (berkisar 28-30 derajat Celsius), kelembapan udara yang cukup basah pada lapisan permukaan hingga 700 hPa, divergensi lapisan atas dan konvergensi lapisan bawah yang cukup kuat, serta votilitas tinggi terutama pada lapisan 850-700 hPa.

BMKG memprediksi dalam 24 jam ke depan intensitas Bibit Siklon Tropis 93S cenderung menurun dengan kecepatan angin maksimum berkisar 25-30 knot dan pergerakan ke arah barat - barat daya, pusat sirkulasi di sekitar 18.2°LS 104.0°BT, dan tekanan minimum 1000 hPa.

Sementara dalam 48 jam ke depan, intensitas Bibit Siklon Tropis 93S diprakirakan semakin menurun dengan kecepatan angin maksimum 20-25 knot knot dan tekanan minimum 1002 hPa dengan pergerakan ke arah barat-barat laut.

Begitu juga dalam 72 jam ke depan, intensitas bibit 93S semakin menurun dengan pergerakan ke arah barat-barat laut.

"Secara umum, potensi bibit 93S menjadi Siklon Tropis dalam 24 - 72 jam ke depan dalam kategori peluang rendah," kata BMKG.

Menurut BMKG Bibit Siklon Tropis 93S memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi perairan di Indonesia, berupa:

• Tinggi gelombang kategori sedang (1.25-2.5 m) di Selat Bali bagian Selatan, Perairan Selatan Bali hingga NTT, dan Laut Sawu.

• Tinggi gelombang kategori tinggi (2.5-4 m) di Samudra Hindia selatan Jawa hingga NTT.

Bibit Siklon 95W

Sementara itu, menurut BMKG, Bibit Siklon Tropis 95W yang terbentuk pada 4 Maret, per analisis kemarin menunjukkan pusat sirkulasinya berada di sekitar 1.1°LU 140.2°BT, di Samudra Pasifik utara Papua.

Kecepatan angin maksimum yang terpantau 20 knot (37 km/jam) dengan tekanan udara minimum 1005 hPa.

Bibit Siklon Tropis 95W didukung aktifnya gelombang Low Frequency, Kelvin, dan MJO, suhu muka laut yang hangat 28-30 derajat Celsius, kelembapan udara yang cukup basah pada setiap lapisan, serta vortisitas yang mendukung pertumbuhan sistem.

Namun vertical wind shear berada dalam kategori sedang - tinggi (20 - 25 knot) dan konvergensi lapisan bawah yang lemah dapat menghambat perkembangan sistem.

Berdasarkan prediksi BMKG, dalam 24 jam ke depan intensitas Bibit Siklon Tropis 95W diprakirakan masih persisten dengan pergerakan ke arah barat-barat laut dengan kecepatan angin 20 knot pada posisi di sekitar 10°LU 138°BT dan tekanan 1007 hPa.

Sementara dalam 48 jam ke depan, intensitas Bibit Siklon Tropis 95W diprakirakan melemah dengan sirkulasi yang semakin melebar dengan kecepatan angin maksimum 15 - 20 knot dan tekanan minimum 1009 hPa.

Sedangkan dalam 72 jam ke depan, sirkulasi sudah tidak terlihat jelas. Secara umum, potensi bibit 95W menjadi Siklon Tropis dalam 24-72 jam ke depan dalam kategori peluang rendah.

Bibit Siklon Tropis 95W memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi perairan di Indonesia dalam 24 jam ke depan hingga tanggal 9 Maret 2026 pukul 07.00 WIB, berupa:

• Tinggi Gelombang kategori Sedang (1.25 - 2.5 m) di Samudra Pasifik utara Papua barat daya hingga Papua Barat, dan Laut Maluku.
• Tinggi Gelombang kategori Tinggi (2.5 - 4 m) di Samudra Pasifik utara Papua dan Samudra Pasifik utara Maluku.

(dmi/dmi)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Entertainment |