Blok M di Kehidupan Kedua, dari Kuliner Viral hingga Pusat Anak Kalcer

2 hours ago 5

Anagatha Kilan | CNN Indonesia

Selasa, 21 Apr 2026 17:45 WIB

Masyarakat merindukan Blok M yang penuh nostalgia dan pelan-pelan mulai dilirik kembali untuk dikunjungi dan dijadikan tempat berkumpul atau bertemu. M Bloc di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. (CNN Indonesia/ Bisma Septalisma)

Jakarta, CNN Indonesia --

Kawasan Blok M hari-hari ini tak pernah sepi. Tak sedikit yang menyebut daerah di Jakarta Selatan ini sebagai pusat peradaban anak-anak muda.

Tempat ini sejak awal sudah difungsikan sebagai pusat kehidupan di tanah Kebayoran Baru. Tonggak awal Blok M menjadi sentral perniagaan adalah sejak tahun 1980-an, kala masyarakat mulai konsumtif setelah muncul kelas menengah.

Bendera Blok M sebagai Hub semakin berkibar semenjak dibangunnya Blok M Plaza di tahun 1990-an. Blok M semakin menjadi destinasi melancong yang populer, khususnya di sekitar Melawai yang menawarkan aktivitas menarik seperti breakdance kala itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejarawan Jakarta, Andi Achdian, mengatakan, Blok M di masa gemilang saat itu merupakan tempat berkumpulnya semua orang. Mereka berbelanja, nongkrong, hingga menjangkau moda transportasi sejak dibangunnya terminal bus Blok M sebagai simpul penting transportasi Jakarta.

"Tempat anak-anak muda nongkrong ya saat itu ya Blok M, transit bus, pusat tujuan belanja yang populer di kelas menengah Jakarta saat itu. Jadi artinya Blok M berkembang memang sesuai fungsinya sebagai hub dari dari rancangan kawasan Kebayoran saat itu," jelas Andi kepada CNNIndonesia.com, Rabu (15/4).

Namun, popularitas Blok M juga pernah merosot bahkan benar-benar sepi pengunjung mulai tahun 2000-an. Saat itu, pusat perbelanjaan lain menjamur di seisi Jakarta. Blok M jadi punya banyak pesaing, lama-lama minat masyarakat mulai bergeser mencari suasana baru dan bosan dengan nuansa jadul Blok M.

"Memasuki awal tahun 2000an, pamor Blok M mulai menyusut. Jakarta tidak lagi memiliki satu sentra perniagaan, tetapi lebih banyak melalui kehadiran mall-mall baru," ungkap pria yang menjabat sebagai Kaprodi Sosiologi FISIP Universitas Nasional (UNAS) ini.

Ditambah lagi pada masa pandemi lalu, ini menambah pukulan berat terhadap perputaran perniagaan di Blok M, banyak toko yang tutup karena tidak ada kunjungan pembeli.

Tetapi siapa yang tahu nasib akan berpihak lagi pada kawasan ini. Masyarakat ternyata merindukan Blok M yang penuh nostalgia itu dan pelan-pelan mulai dilirik kembali. Sejak itu, kehidupan kedua Blok M dimulai dengan aura yang baru dan kunjungan yang membludak.

Secara bertahap, bangunan lama dialihfungsikan menjadi atraksi baru. Mulai bermunculan tempat nongkrong baru yang lebih kekinian di Blok M atau biasa disebut kalcer.

UMKM lokal seperti kafe, tenant kuliner, dan toko-toko unik menjadi penghuni baru di Blok M. Ini sebagai upaya untuk menampilkan wajah baru Blok M sesuai dengan permintaan masyarakat era sekarang tetapi tidak meninggalkan inti dari kawasan tersebut, yang dari dulu merupakan pusat perbelanjaan dan tempat nongkrong.

Andi menjelaskan, Blok M dihidupkan lagi melalui pemanfaatan kembali spot-spot yang dulu sempat redup. Misalnya, M Bloc yang menggunakan Peruri dan menjadi spot nongkrong baru di kalangan generasi muda.

"Revitalisasi jadi menghidupkan kembali apa yang memang dulunya sudah begitu dan kemudian lebih lebih berkembang sekarang. Lebih banyak unsur-unsur yang membuat itu ekonomi berkembang. Sudah terlalu banyak kafe gitu, kalau dulu kan nggak sebanyak itu," tutur Andi.

Sementara itu, setiap sudut Blok M juga layak untuk dijelajahi mulai dari Blok M Square, Blok M Plaza, Pasar Raya, Row 9, Melawai sampai Barito. Setiapnya memiliki banyak atraksi dan kegiatan seru yang diminati anak muda masa kini.

Sekarang ini, melancong ke Blok M biasanya untuk berwisata kuliner mencicipi jajanan viral dan kafe baru yang estetik. Salah satu jajanan selalu antre pengunjung adalah Artirasa Cheesecake.

Sementara itu, kawasan Little Tokyo juga tak kalah menarik. Banyak restoran Jepang yang bisa dijelajahi, karena kawasan ini sejak dulu memang sudah populer di kalangan ekspatriat Jepang di Jakarta. Kuliner hits yang ada di sini adalah Obihiro.

Selain kulineran, Blok M masih tetap terkenal sebagai pusat perbelanjaan. Banyak toko-toko yang menjual barang-barang vintage, kaset vinyl, buku, hingga pakaian yang sedang tren di kalangan anak muda.

Akhir-akhir ini, Blok M juga menjadi surga photobox bagi anak muda yang ingin mengabadikan momen dengan teman tongkrongannya. Ada banyak pilihan photobox di Blok M dengan tema-tema unik, mulai dari bergaya retro, minimalis, supermarket hingga tema kamar mandi.

Memori yang Masih Digenggam Dalam Jiwa yang Baru

Bisa disimpulkan bahwa tren dan antusias kunjungan wisatawan ke Blok M hari ini berbeda dengan pola yang ada di masa lalu.

Dulu kegiatan yang paling hits di Blok M pada tahun 1980-an adalah pertunjukan breakdance di Melawai. Tetapi seperti benar-benar bangun dari mati suri dan menjalani hidup baru, fokus Blok M sekarang justru menghadirkan event-event yang komersial.

"Sekarang itu unsur komersialnya lebih banyak dibanding sosialnya. Kalau dulu kan orang lebih lebih ngumpul dan nongkrong. Mereka bertemu terus nanti di situ anak-anak muda ya beraktivitas tuh, ada yang breakdance, pertunjukan gaya fashion, apa saja lah gitu dalam budaya nongkrong saat itu," jelasnya.

Meskipun kini masyarakat nongkrong di Blok M dengan antusias yang baru, tetapi memori Blok M sebagai kawasan dengan bangunan-bangunan vintage tidak akan hilang dari ingatan.

Hal ini karena banyak bangunan bersejarah yang masih dipertahankan hingga hari ini, walaupun dengan fungsi yang baru. "Banyak tempat bangunan bersejarah, seperti bangunan Peruri yang kini dijadikan restoran, kafe dan salah satunya adalah M-Bloc," pungkasnya.

(wiw)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Entertainment |