BMKG-BPBD Jatim Gelar Modifikasi Cuaca Tekan Risiko Ekstrem Saat Mudik

6 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Timur (Jatim) menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menekan risiko cuaca ekstrem selama periode mudik Lebaran 2026.

Operasi modifikasi cuaca yang dipusatkan di Posko Lanudal Juanda, Surabaya, berlangsung sejak 16 hingga 25 Maret 2026 dengan fokus mengendalikan intensitas hujan di wilayah rawan bencana.

Supervisi BMKG Alif Kurniawan mengatakan hingga tiga hari pertama pelaksanaan, tim telah melakukan tujuh sorti penerbangan dengan total durasi 14 jam 1 menit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Langkah aktif ini terbukti efektif menurunkan rata-rata curah hujan hingga 40 persen dibandingkan kondisi normal tanpa intervensi," ujar Alif dalam keterangan resmi, Jumat (20/3).

Langkah ini diambil menyusul prakiraan peningkatan curah hujan intensitas sedang hingga lebat yang berpotensi disertai petir dan angin kencang pada periode 11-20 Maret 2026.

Kondisi tersebut dipengaruhi dinamika atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Kelvin, serta atmosfer yang labil sehingga mendukung pertumbuhan awan konvektif.

Potensi cuaca ekstrem itu dinilai dapat memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, serta mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk arus mudik Lebaran.

Dalam operasi tersebut, sebanyak 6.800 kilogram bahan semai digunakan, terdiri dari natrium klorida (NaCl) dan kalsium oksida (CaO) yang disebar ke awan potensial di wilayah Jawa Timur.

Evaluasi sementara menunjukkan kejadian hujan lebat menurun sekitar 70 persen, sementara hujan sangat lebat berkurang sekitar 25 persen. Distribusi hujan pun menjadi lebih terkendali dengan dominasi kategori ringan.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, yang meninjau langsung pelaksanaan OMC di Lanudal Juanda mengapresiasi upaya tersebut.

Ia menilai penerapan teknologi modifikasi cuaca menjadi bukti efektivitas intervensi berbasis sains dalam mitigasi bencana dan perlindungan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Stasiun Meteorologi Juanda Taufiq Hermawan menjelaskan strategi penyemaian dilakukan berbasis analisis radar cuaca real-time.

Bahan CaO digunakan untuk menekan pertumbuhan awan di daratan, sedangkan NaCl disemaikan di wilayah laut agar hujan turun lebih awal sebelum mencapai daratan.

BMKG memprediksi potensi hujan di Jawa Timur masih berlangsung hingga 23 Maret 2026. Pada periode 19-20 Maret, hujan ringan hingga lebat berpotensi terjadi di sejumlah wilayah, sementara pada 21-23 Maret didominasi hujan ringan hingga sedang dengan peluang hujan lebat di sebagian kecil daerah.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama BMKG mengimbau masyarakat, khususnya pemudik, untuk tetap waspada dan memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi guna memastikan keamanan selama perayaan Idulfitri.

(lau/sfr)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Entertainment |