BMKG Jelaskan Hujan dan Angin Kencang di Sumut hingga 4 April

2 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sejumlah wilayah di Sumatera Utara akan diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang pada 30 Maret hingga 4 April 2026.

Kondisi ini dipicu oleh adanya sirkulasi siklonik di sebelah barat Aceh yang menyebabkan belokan angin dan pertemuan massa udara di wilayah pantai barat Sumatera Utara. Fenomena tersebut mendorong pertumbuhan awan hujan jenis cumulonimbus yang cukup signifikan.

Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah I, Hendro Nugroho, mengatakan berdasarkan data pengamatan, curah hujan dengan kategori lebat hingga sangat lebat telah terjadi di sejumlah wilayah pada 28 Maret 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Beberapa di antaranya tercatat di Stasiun Meteorologi Binaka dan Stasiun Geofisika Gunung Sitoli masing-masing sebesar 105,2 mm. Selain itu, curah hujan juga tercatat di Stasiun Meteorologi Silangit (57,6 mm), AWS Pelabuhan Ajibata (67,6 mm), Pos Hujan Hinai (58,2 mm), serta Pos Hujan Sipispis (51,4 mm)," ujar Hendro.

Selain faktor sirkulasi siklonik, BMKG juga mencatat adanya aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) di Samudera Hindia, anomali suhu muka laut yang hangat, serta belokan angin (shearline) dan konvergensi di sekitar pantai barat Sumatera Utara.

"Ditambah dengan kondisi atmosfer yang labil, seluruh faktor ini semakin mendukung pembentukan awan konvektif di wilayah tersebut," jelasnya.

BMKG memprediksi hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang berpotensi terjadi di sejumlah daerah, antara lain Kabupaten Toba, Asahan, Batubara, Humbang Hasundutan, Karo, Dairi, Pakpak Bharat, Langkat, serta Kota Binjai dan Medan.

"Selain itu, potensi serupa juga diprakirakan meluas ke wilayah Deli Serdang, Serdang Bedagai, Tebing Tinggi, Simalungun, Labuhan Batu Raya, Padang Lawas, Tapanuli bagian selatan dan tengah, Sibolga, hingga Mandailing Natal dan Kepulauan Nias," ujarnya.

BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat berubah secara cepat. Warga juga diminta memastikan keselamatan dalam beraktivitas, terutama di daerah rawan banjir, longsor, dan pohon tumbang.

"Masyarakat diharapkan selalu mengakses informasi cuaca resmi dari BMKG dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Selain itu, pemerintah daerah diminta memperkuat koordinasi dengan BPBD, TNI, dan Polri setempat guna mengantisipasi dampak yang mungkin ditimbulkan akibat kondisi cuaca tersebut," tutupnya.

(fnr/mik)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Entertainment |