Jakarta, CNN Indonesia --
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap penyebab gempa M6.4 di Sinabang, Aceh pada Selasa (3/3). Simak penjelasannya.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia menunjam ke Lempeng Eurasia," ujar Plt. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono dalam keterangannya, Selasa (3/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," tambahnya.
Gempa dengan parameter update M6,1 mengguncang wilayah Sinabang, Aceh pada Selasa (3/3) pukul 11.56 WIB.
Gempa ini memiliki episenter pada koordinat 1,85 derajat LU dan 96,40 derajat BT, tepatnya berlokasi dilautpada jarak 69 kilometer arah tenggara Sinabang, Aceh. Pusat gempa ini terletak pada kedalaman 26 kilometer.
Hasil pemodelan BMKG menunjukkan gempa bumi dangkal ini tidak berpotensi memicu tsunami.
Gempa ini terasa di sejumlah wilayah Aceh, seperti di daerah Aceh Singkil, Aceh Barat Daya, Nagan Raya dan Simeulue, dengan skala intensitas IV MMI;daerah Nias dan Pinangsori dengan skala intensitas III-IV MMI; daerah Aceh Selatan, Meulaboh Blang Pidie, Nias Utara, Medan, Tarutung, Aek Godang dan Subulussalam dengan skala intensitas III MMI.
Gempa ini juga terasa dan berdampak didaerah Gunungsitoli, Aceh Tengah, Aceh Jaya dan Gayo Lues dengan skala intensitas II-III MMI; serta daerah Bener Meriah, Banda Aceh dan Aceh Besar dengan skala intensitas II MMI.
Lebih lanjut, pemantauan BMKG hingga pukul 12.18 WIB menunjukkan belum adanya aktivitas susulan atau aftershock.
(lom/dmi)


















































