Bos BI Sebut Dunia Tak Baik-baik Saja, Ini 3 Tantangan Ekonomi RI

1 hour ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengingatkan kondisi ekonomi global masih diliputi tekanan dan ketidakpastian yang berlanjut hingga saat ini.

Ia menyebut tekanan tersebut tidak hanya dipicu kebijakan tarif Amerika Serikat, tetapi juga dinamika geopolitik, terutama di kawasan Timur Tengah, yang turut memengaruhi harga komoditas hingga menjaga suku bunga global tetap tinggi.

Dampaknya, aliran modal ke negara berkembang, termasuk Indonesia, ikut tertekan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat ini kita berada dalam situasi yang tidak mudah. Dunia sering dikatakan tidak baik-baik saja dan bahkan semakin tidak pasti. Kita tidak hanya menghadapi perlambatan tetapi juga dengan ketidakpastian yang tinggi dan terus berlanjut," ujar Perry dalam acara Kick Off Pinisi " di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Senin (27/4).

Menurutnya, kondisi global tersebut menuntut penguatan ketahanan eksternal melalui koordinasi erat antara pemerintah dan otoritas terkait guna menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Di sisi lain, Perry menekankan pentingnya memperkuat ekonomi domestik, terutama melalui menjaga permintaan dalam negeri sebagai penopang utama pertumbuhan.

Ia memaparkan setidaknya tiga tantangan besar yang perlu segera direspons.

Tantangan pertama adalah menjaga kepercayaan pelaku usaha, termasuk mengarahkan aliran pembiayaan ke sektor dan proyek prioritas nasional agar mampu menopang stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan.

Tantangan kedua berkaitan dengan penguatan mesin ekonomi domestik. Perry menilai konsumsi harus tetap terjaga, sementara investasi perlu terus ditingkatkan untuk mendukung berbagai program prioritas pemerintah, dengan dukungan kapasitas pembiayaan yang memadai.

Adapun tantangan ketiga menyangkut implementasi kebijakan. Ia menegaskan kebijakan yang telah dirancang harus berjalan efektif hingga ke sektor perbankan dan dunia usaha, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.

"Kita memiliki rangka kebijakan yang kuat dan itulah yang harus kita tingkatkan termasuk juga kebijakan hilirisasi dan industrialisasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang tinggi," imbuhnya.

[Gambas:Video CNN]

(lau/sfr)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Entertainment |