BRI Jadi Bank Pertama Terbitkan Surat Berharga Komersial Rp500 Miliar

8 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

BRI resmi menjadi bank pertama di Indonesia yang menerbitkan Surat Berharga Komersial atau SBK, sesuai Peraturan Anggota Dewan Gubernur Nomor 13 tahun 2024 tentang Transaksi Pasar Uang. Nilai yang diterbitkan mencapai Rp500 miliar.

Peluncuran berlangsung di BRILiaN Club pada Senin (12/1) dan dihadiri sejumlah pejabat tinggi. Di antaranya Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae, serta jajaran direksi BRI.

Penerbitan SBK ini menandai babak baru dalam strategi pengelolaan likuiditas jangka pendek BRI. Instrumen ini dirancang sebagai alternatif pendanaan yang lebih cepat dan efisien, sekaligus menawarkan pilihan investasi dengan imbal hasil kompetitif bagi investor.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyebut langkah ini bukan sekadar respons terhadap kebutuhan likuiditas internal, melainkan bagian dari upaya lebih luas dalam pengembangan pasar uang nasional.

"Kami meyakini bahwa keberhasilan penerbitan SBK BRI ini menjadi langkah awal dalam memperkuat peran BRI pada pengembangan instrumen pasar uang nasional. Ke depan, BRI akan terus mendorong inovasi produk, memperluas basis investor, serta memastikan seluruh inisiatif pembiayaan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, transparansi, dan tata kelola yang baik," ujar Hery.

OJK memberikan respons positif terhadap langkah ini. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menilai penerbitan SBK oleh BRI membuka ruang baru bagi pendalaman pasar uang yang selama ini masih terbatas instrumennya.

"OJK memandang peluncuran SBK BRI sebagai langkah strategis dalam memperkaya instrumen pasar uang nasional, meningkatkan fleksibilitas pengelolaan keuangan di sektor perbankan, serta memperkuat peran instrumen pasar sebagai mekanisme disiplin pasar," kata Dian.

Bank Indonesia pun menyambut langkah tersebut dalam konteks ketidakpastian global yang masih berlangsung. Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti menyatakan bahwa instrumen jangka pendek seperti SBK memperkuat struktur pendanaan perbankan sekaligus memperluas pilihan investor.

"Bank Indonesia mengapresiasi peran BRI yang selama ini konsisten mendukung pengembangan pasar keuangan nasional. Upaya bersama dalam memperdalam pasar keuangan ini diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi perekonomian Indonesia secara keseluruhan," tutur Destry.

Dalam penerbitan ini, BRI bertindak sebagai penerbit dengan BRI Danareksa Sekuritas sebagai arranger. SBK BRI mendapat peringkat IdA+ dari PT Pemeringkat Efek Indonesia atau Pefindo, yang merupakan peringkat tertinggi untuk instrumen jangka pendek dan setara dengan AAA untuk surat utang jangka panjang.

Peringkat itu mencerminkan kemampuan BRI memenuhi kewajiban keuangan secara tepat waktu. Ini bukan pertama kalinya BRI mendapat penilaian tertinggi dari Pefindo - sejak 2016 hingga 2025, BRI tercatat konsisten menerbitkan surat utang rupiah dengan rating tertinggi dari lembaga pemeringkat tersebut.

Kualitas aset yang terjaga dan profil permodalan yang kuat menjadi dua faktor utama yang menopang peringkat tersebut. Keduanya juga menjadi dasar kepercayaan investor terhadap instrumen yang diterbitkan BRI.

Sejumlah manajer investasi besar turut hadir dalam peluncuran ini, antara lain Mandiri Manajemen Investasi, BRI Manajemen Investasi, Manulife Aset Manajemen Indonesia, BNP Paribas Asset Management, dan Syailendra Capital. Kehadiran mereka mencerminkan minat pasar terhadap SBK sebagai instrumen baru di segmen jangka pendek.

Penerbitan SBK ini juga sejalan dengan kebijakan Bank Indonesia dalam mendorong pendalaman pasar keuangan nasional. BRI menyebut langkah ini sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat posisinya di pasar uang, bukan hanya sebagai bank penyalur kredit terbesar, tetapi juga sebagai pelaku aktif dalam pengembangan ekosistem keuangan Indonesia.

(rir)

Read Entire Article
Entertainment |