Bulog Perkuat Kolaborasi Kampus demi Swasembada Pangan Berkelanjutan

3 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Perum Bulog berdialog dengan perwakilan mahasiswa se-Bandung dalam kegiatan Focus Group Discussion bertajuk "Peran Kampus dalam Mewujudkan Swasembada Pangan Berkelanjutan untuk Cadangan Pangan Pemerintah" yang digelar di Kompleks Pergudangan Utama Bulog Kota Cimahi, Jawa Barat.

Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran terbuka bagi mahasiswa untuk melihat lebih dekat upaya pemerintah melalui Bulog dalam mengelola Cadangan Pangan Pemerintah sebagai bagian penting dari sistem ketahanan pangan nasional.

Dalam kunjungan langsung ke gudang, mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai pengelolaan stok, kualitas beras, hingga peran infrastruktur pangan dalam menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Direktur Utama Perum Bulog Letnan Jenderal TNI (Purn.) Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan upaya mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan membutuhkan sinergi lintas sektor, termasuk kontribusi aktif dari dunia kampus sebagai pusat pengetahuan, riset, inovasi, dan lahirnya gagasan baru.

"Penguatan swasembada pangan tidak hanya dilihat dari sisi produksi, tetapi juga dari kemampuan negara dalam menyerap hasil panen petani, menjaga cadangan pangan, memperkuat infrastruktur pascapanen, dan memastikan pangan tetap tersedia serta terjangkau bagi masyarakat. Di titik inilah Bulog menjalankan perannya sebagai instrumen negara dalam menjaga ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilisasi pangan," ujar Ahmad Rizal Ramdhani.

Pencapaian swasembada pangan yang terus diperkuat sejak 2024, berlanjut pada 2025, dan dimantapkan pada 2026 menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membangun ketahanan pangan nasional. Mahasiswa dan kampus disebut memiliki peran penting untuk ikut memahami, mengawal, dan mendukung agenda besar ini melalui ilmu pengetahuan, inovasi, serta kepedulian terhadap isu pangan.

Pada kegiatan yang sama, Bulog memaparkan sederet capaian penting sektor pangan nasional. Berdasarkan data FAO, Indonesia tercatat berada di peringkat kedua dunia dalam kenaikan produksi padi, di antara Brasil dan Myanmar. Capaian ini menjadi sinyal positif atas semakin kuatnya produksi pangan dalam negeri dan menjadi landasan penting dalam menjaga keberlanjutan swasembada pangan nasional.

Ahmad Rizal menjelaskan, saat ini stok beras yang dikelola Bulog mencapai sekitar 5,36 juta ton, menjadi yang tertinggi dalam sejarah, dengan total kapasitas simpan yang disediakan sekitar 6,2 juta ton.

"Kapasitas tersebut akan terus diperkuat seiring meningkatnya produksi padi nasional, sehingga BULOG dapat semakin optimal dalam menjalankan penugasan pemerintah, khususnya dalam pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah dan stabilisasi pangan," tambahnya.

Dari sisi pengadaan, Bulog telah menyerap sekitar 2,8 juta ton beras dari target 4 juta ton. Capaian ini menunjukkan peran aktif BULOG dalam mendukung petani sekaligus memperkuat stok pangan nasional.

Melalui penyerapan hasil produksi dalam negeri, Bulog tidak hanya menjaga ketersediaan beras, tetapi juga turut menjaga keseimbangan harga di tingkat produsen dan konsumen.

Dirut Bulog menjelaskan, Bulig memiliki sarana dan prasarana yang tersebar di seluruh Indonesia, mulai dari gudang, jaringan logistik, hingga fasilitas pengolahan gabah dan beras. Infrastruktur tersebut menjadi tulang punggung penting dalam memastikan rantai pasok pangan berjalan kuat, efisien, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah.

Untuk memperkuat peran tersebut, pada tahun ini Bulog akan menambah infrastruktur pascapanen di 100 titik. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam mendukung peningkatan produksi, memperkuat kualitas pengelolaan hasil panen, serta mempertahankan capaian swasembada pangan secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan bersama mahasiswa, Bulog berharap kampus dapat mengambil peran lebih aktif dalam membangun literasi pangan nasional. Sehingga, mahasiswa dapat menjadi bagian dari ekosistem perubahan yang mampu menghadirkan gagasan, riset, inovasi, dan komunikasi publik yang konstruktif bagi masa depan pangan Indonesia.

Kegiatan Bulog ini turut menegaskan bahwa swasembada pangan berkelanjutan merupakan gerakan bersama yang membutuhkan dukungan seluruh elemen bangsa. Kolaborasi antara negara, Bulog, petani, akademisi, dan generasi muda diharapkan dapat memperkuat fondasi ketahanan pangan Indonesia dari hulu ke hilir.

(rea/rir)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Entertainment |