Jakarta, CNN Indonesia --
Kepercayaan diri perempuan saat ini terlihat dari cara mereka berekspresi melalui pilihan gaya yang berkarakter. Tren busana dengan identitas visual kuat menunjukkan bahwa fesyen kini menjadi medium untuk merepresentasikan identitas dan aspirasi.
Momentum Hari Kartini menjadi titik refleksi tentang bagaimana semangat emansipasi terus berevolusi. Jika dulu R.A. Kartini memperjuangkan akses perempuan terhadap pendidikan dan kesempatan, hari ini perjuangan itu hadir dalam bentuk yang lebih personal, termasuk kebebasan mengekspresikan diri lewat gaya.
Di tengah pergeseran ini, brand fesyen lokal Buttonscarves hadir sebagai salah satu representasi perempuan Indonesia yang ekspresif dan percaya diri. Lebih dari sekadar produk, Buttonscarves membawa cerita seorang founder perempuan yang menjadikan fesyen sebagai bahasa identitas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Buttonscarves lahir dari tangan Linda Anggrea, yang melihat celah di pasar modest fashion Indonesia, yakni minimnya pilihan yang memadukan kualitas premium dengan estetika kuat. Ia membangun Buttonscarves sebagai jawaban bagi perempuan yang menginginkan keanggunan sekaligus fungsionalitas dalam satu produk.
Setiap elemen desain, mulai dari material, detail, hingga identitas visual, dirancang bukan hanya untuk tampil menarik, tapi untuk memberi rasa bangga bagi pemakainya. Dalam semangat Hari Kartini, brand ini merepresentasikan perempuan yang punya standar tinggi, berani mengambil keputusan, dan berdampak.
"Perempuan saat ini mengapresiasi nilai di balik sebuah produk. Identitas visual Buttonscarves yang kuat dirancang untuk memberikan sense of empowerment. Mengenakan sesuatu yang memiliki karakter adalah cara perempuan menunjukkan siapa mereka dan kualitas yang mereka perjuangkan," ujar CEO & Creative Director Buttonscarves, Linda Anggrea, dalam keterangan tertulis, Jumat (24/2).
Kolaborasi Buttonscarves dan Shopee dalam momentum Hari Kartini 2026. (Foto: Arsip Istimewa)
Buttonscarves memulai perjalanannya dengan koleksi hijab scarf premium yang dikenal karena kualitas material dan desain ikonik. Seiring waktu, brand ini berkembang menjadi lifestyle brand yang menyentuh berbagai aspek kehidupan perempuan modern, dari pakaian, tas, aksesori, hingga pelengkap gaya hidup lainnya.
Seiring pertumbuhannya, Buttonscarves juga membangun komunitas BS Lady yang aktif di berbagai negara. Identitas visual yang khas menjadi simbol kebersamaan yang membuat para anggotanya saling mengenali sebagai bagian dari ekosistem yang sama.
Kolaborasi Buttonscarves dengan Shopee membuka babak baru dalam pertumbuhan brand ini. Kehadiran di platform tidak hanya mendorong penjualan, tapi juga membuka peluang bagi perempuan melalui Shopee Affiliate Program, memberikan sumber penghasilan tambahan yang fleksibel bagi komunitas affiliate Buttonscarves.
Hasilnya terlihat nyata. Kontribusi pesanan melalui Shopee Live terhadap total penjualan Buttonscarves di Shopee meningkat hingga 80% di awal tahun ini dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Bagi Linda, sinergi antara teknologi, komunitas, dan platform digital adalah bentuk nyata emansipasi perempuan di era sekarang. Menurutnya, semangat Kartini saat ini tercermin dari keberanian perempuan dalam menentukan jalan hidupnya sendiri tanpa harus terjebak pada pilihan antara menjadi sosok yang kuat atau lembut.
"Dan dengan dukungan dari Shopee, kami juga dapat melihat bagaimana teknologi dapat membuka lebih banyak peluang bagi perempuan untuk berkembang, berdaya, dan menjangkau potensi mereka dengan cara yang relevan di era sekarang," pungkas dia.
(rir)
Add
as a preferred source on Google




































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5478359/original/064555900_1768899201-_ARM7685.jpeg)












