Cerita Tradisi Antar Dulang di Ambon Saban 27 Ramadan

4 hours ago 1

CNN Indonesia

Selasa, 17 Mar 2026 16:30 WIB

Tradisi antar dulang selalu digelar saban 27 Ramadan di Negeri Batu Merah, Ambon, Maluku. Tradisi antar dulang selalu digelar saban 27 Ramadan di Negeri Batu Merah, Ambon, Maluku. (CNN Indonesia/Said)

Ambon, CNN Indonesia --

Negeri Batu Merah di Ambon, Maluku punya tradisi unik di bulan suci Ramadan. Salah satunya, antar dulang makanan oleh sembilan marga adat di malam tujuh likur atau malam 27 Ramadan.

Tradisi ini dilakukan di Masjid An-Nur, Ambon, pada Senin (16/3) malam. Masjid An-Nur dikenal sebagai masjid pertama di Ambon.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sembilan marga masing-masing Lebeharia, Hatala, Masahoy, Lisaholet, Tahalua, Nurlete, Waliulu, Namang, dan Hunsow. Mereka membawa aneka ragam makanan dan buah-buahan setiap malam tujuh likur atau malam 27 Ramadan.

Setiap dulang makanan diberi hiasan ornamen-ornamen unik dan tanda atau tulisan nama marga. Tanda tersebut bertujuan untuk mempermudah mereka untuk mengenali dulangnya saat dikumpulkan di masjid.

Sebelumnya, dulang makanan diantar dari setiap rumah-rumah marga adat lalu diarak keliling kampung. Setelah diarak, dulang makanan dibawa menuju masjid untuk disantap bersama.

Sebelum disantap, mereka sempat menggelar khataman Al-Qur'an. Setiap surat dibacakan bergantian oleh remaja masjid hingga perwakilan masing-masing marga. Setelahnya ditutup dengan doa selamat yang dibacakan oleh imam masjid.

Usai doa selamat dipanjatkan, warga yang tergolong anak-anak langsung menyerbu aneka makanan dan buah-buahan.

Mereka sempat berebutan hingga berdesakan sembari berebutan ornamen yang dihiasi uang pecahan Rp5 ribu, Rp10 ribu, Rp20 ribu, hingga Rp50 ribu. Tak hanya itu, aneka ragam kue dan minuman yang tersusun rapi di atas dulang ludes diburu anak-anak.

Raja Negeri Batu Merah, Ali Hatala mengatakan, tradisi antar dulang makanan oleh sembilan marga adat di malam 27 Ramadan sudah ada sejak nenek moyang mereka.

"Ini syukuran, warga ramai-ramai datang membawa aneka makanan dan buah-buahan untuk disantap bersama, ini tradisi sudah ada sejak dahulu kala," ujarnya, Senin (16/3) malam.

Ia mengatakan, tradisi ini menjadi perwujudan bentuk rasa syukur atas rezeki selama setahun yang diberikan Allah SWT.

Tak hanya itu, kata dia, tradisi ini juga digelar untuk mempererat silaturahmi antar marga-marga di Negeri Batu Merah.

Sembilan marga adat Negeri Batu Merah di Ambon, Maluku mengantar dulang makanan untuk disantap di masjid di malam 27 Ramadan.Sembilan marga adat Negeri Batu Merah di Ambon, Maluku mengantar dulang makanan untuk disantap di masjid di malam 27 Ramadan. (CNN Indonesia/Said)

Salah seorang warga, Sila, mengaku terharu dengan tradisi antar dulang saban 27 Ramadan ini. Menurutnya, tradisi semacam ini sudah jarang dijumpai, terutama bagi negeri atau desa yang lokasinya berada tepat di tengah jantung kota.

"Tradisi semacam ini sudah jarang terlihat. Di Jakarta tempat saya tinggal sudah jarang melihat tradisi semacam ini, apalagi bagi sebuah desa yang tinggal di pusat kota," ujarnya.

Ia juga mengaku ikut berebut makanan bersama anak-anak. Hanya saja, ia kehabisan tenaga untuk berdesak-desakan.

Sila mengajak warga Ambon untuk terus melestarikan tradisi yang diwarisi oleh para leluhur. Pasalnya, Maluku dikenal sebagai provinsi yang kaya budaya.

"Pokoknya asyik, terharu melihat tradisi antar dulang makanan. Sederhana tapi penuh makna, senang dan seru banget," pungkasnya.

Tradisi antar dulang kemudian dilanjutkan dengan pawai obor keliling kampung. Pawal ini menyambut malam Lailatul Qadar dan sebagai perpisahan dengan bulan suci Ramadan sekaligus menyambut datangnya Idulfitri.

(sai/asr)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Entertainment |