Cuitan Perdana Maduro dari Penjara AS, Bocorkan Kondisinya dan Istri

11 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Venezuela yang digulingkan dan diculik Amerika Serikat (AS) Nicolas Maduro muncul perdana di publik dengan menggungah cuitan di akun media sosial X.

Dalam unggahan dari balik penjara AS, ia mengungkap kondisinya dan istrinya, Cilia Flores, yang juga diculik militer AS dalam penggerebekan malam hari pada Januari lalu.

Maduro mengatakan ia dan Cilia dalam kondisi baik-baik saja. Keduanya juga merasa tenang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami baik-baik saja, teguh, tenang, dan terus berdoa," kata keduanya dalam pesan yang dibagikan melalui akun X milik Maduro, meski tidak jelas siapa yang mengunggahnya, Sabtu (28/3).

Pasangan itu juga mengucapkan terima kasih atas doa baik dari pendukung. Dukungan itu menjadi penguat bagi keduanya.

"Kami telah menerima komunikasi, pesan, email, surat, dan doa dari kalian. Setiap kata cinta, setiap bentuk kasih sayang, setiap dukungan mengisi jiwa kami dan menguatkan kami secara spiritual," imbuh Maduro.

Dalam keterangan publik perdana itu, ia juga memuji persatuan rakyat Venezuela di masa-masa sulit.

"Kami merasakan kekaguman mendalam atas kemampuan rakyat kami untuk tetap bersatu di masa sulit, untuk mengekspresikan cinta, kesadaran, dan solidaritas, baik di dalam Venezuela maupun di luar negeri," pungkasnya.

Nyaris tiga bulan ia dan Cilia ditahan di Metropolitan Detention Center Brooklyn, penjara federal yang dikenal dengan kondisi tidak higienis. Ia dan Cilia dijebloskan ke penjara setelah komando Amerika menculik pasangan itu dari kompleks kediaman mereka di Caracas, Venezuela.

Kepada AFP, sumber yang dekat dengan pemerintah Venezuela mengatakan Maduro membaca Alkitab dan dipanggil 'presiden' oleh beberapa sesama tahanan di penjara Brooklyn.

Keduanya dilaporkan tidak memiliki akses ke internet maupun surat kabar. Maduro hanya diizinkan berkomunikasi melalui telepon dengan keluarga dan pengacaranya, itu pun maksimal 15 menit per panggilan, tambah sumber tersebut.

Putranya, Nicolas Maduro Guerra alias Nicolasito mengatakan dalam berbagai penampilan publik bahwa ayahnya dalam kondisi baik, tenang, dan bahkan berolahraga di penjara.

Maduro, yang menyebut dirinya sebagai tahanan perang, belum berbicara apapun sejak didakwa di New York pada 5 Januari lalu.

Dalam sidang selama satu jam pada Kamis lalu, hakim menolak permohonan pembela terkait ketidakmampuan Maduro dan istrinya membayar biaya hukum tanpa bantuan pemerintah Venezuela. Keduanya tidak berbicara dalam persidangan tersebut.

Maduro menyatakan tidak bersalah atas tuduhan konspirasi 'narkoterorisme', konspirasi impor kokain, kepemilikan senapan mesin dan alat penghancur, serta konspirasi untuk memiliki senjata tersebut.

Operasi AS pada Januari menggulingkan Maduro, yang memimpin Venezuela sejak 2013, dan memaksa negara dengan cadangan minyak terbesar dunia itu tunduk pada kehendak Presiden AS Donald Trump.

Delcy Rodriguez, yang menjabat wakil presiden sejak 2018, kini menggantikan Maduro. Ia menghadapi tantangan memimpin negara kaya minyak tetapi ekonominya terpuruk.

Sejak Maduro didongkel Trump, Rodriguez memberlakukan Undang-undang amnesti bersejarah untuk membebaskan tahanan politik yang dipenjara selama masa pemerintahannya.

Ia juga mereformasi regulasi minyak dan pertambangan, sesuai tuntutan AS untuk akses terhadap kekayaan alam Venezuela.

Bulan ini, Departemen Luar Negeri AS menyatakan tengah memulihkan hubungan diplomatik dengan Venezuela sebagai tanda mencairnya hubungan kedua negara.

(pta)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Entertainment |