Jakarta, CNN Indonesia --
Ousmane Dembele menyebut rekan-rekannya di Paris Saint-Germain bermain terlalu individualis pada musim ini.
Kritis tersebut disampaikan Dembele seusai PSG kalah 1-3 dari Rennes di Roazhon Park, Sabtu (14/2). Tiga gol tuan rumah dicetak Musa Al-Taamari, Esteban Lepaul, dan Breel Embolo.
Les Parisiens hanya bisa membalas satu gol lewat Dembele. Kendati demikian PSG tetap berada di puncak klasemen dengan 51 poin. Kini posisi PSG diancam Lens.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini Lens berada di posisi kedua dengan 49 poin. Jika Lens meraih kemenangan atas Paris FC, Minggu (15/2), posisi PSG bisa digusur. Karena itu PSG berharap sang rival sekota bisa menang.
"Jika kami bermain sebagai individu di lapangan, itu tidak akan berhasil. Kami tidak akan memenangkan gelar [juara liga] yang kami inginkan," ujar Dembele dilansir dari Ligue 1+.
"Musim lalu, kami mengutamakan klub di atas segalanya, sebelum memikirkan diri sendiri. Kami harus menemukan kembali hal itu, terutama dalam pertandingan-pertandingan ini."
PSG sejatnya tampil sangat dominan dalam laga melawan Rennes. Tim asuhan Luis Enrique ini menguasai ball possession hingga 69 persen, berbanding 31 untuk Rennes.
Jumlah tembakan ke arah gawang yang dimiliki PSG juga lebih banyak. Total 17 tembakan dilepaskan pemain PSG. Sementara pemain Rennes hanya punya 11 tembakan.
Dembele, yang mencetak gol tunggal untuk PSG, menilai dominasi permainan sia-sia jika gagal meraih kemenangan. Menurut Dembele, pemain PSG kurang ingin menang sebagai sebuah tim.
"Kami tahu kami berada di paruh kedua musim. Paris Saint-Germain harus diutamakan, bukan permainan secara individu," ucap pemain yang pernah membela Barcelona tersebut.
Jika persoalan individualisme ini tak diselesaikan, ambisi meraih treble winners akan sia-sia. PSG punya kans meraih gelar juara Ligue 1, Piala Prancis, dan Liga Champions Eropa.
(abs/sry)

















































