Denmark Siagakan Pasukan, Khawatir AS Serbu Greenland

2 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Denmark dilaporkan sempat mengerahkan pasukan militer ke Greenland pada Januari lalu di tengah kekhawatiran akan potensi invasi Amerika Serikat (AS). Langkah ini diambil setelah ketegangan meningkat akibat pernyataan Presiden AS Donald Trump yang berulang kali ingin menguasai wilayah tersebut.

Media penyiaran Denmark, DR, menyebut pengerahan pasukan itu didasarkan pada dokumen operasi militer tertanggal 13 Januari. Dokumen tersebut mengatur skenario pertahanan Greenland, wilayah otonom Denmark di tengah situasi geopolitik yang memanas.

Kekhawatiran itu muncul tak lama setelah operasi militer AS di Venezuela untuk menggulingkan Presiden Nicolas Maduro. Seorang pejabat militer Denmark yang enggan disebutkan namanya mengatakan, situasi tersebut membuat pemerintah harus mempertimbangkan semua kemungkinan, termasuk skenario terburuk.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ketika Trump terus mengatakan ingin membeli Greenland, dan kami melihat apa yang terjadi di Venezuela, kami harus menganggap semua kemungkinan itu serius," ujarnya, melansir AFP.

Menurut laporan tersebut, pengerahan pasukan dilakukan dengan kedok latihan NATO bertajuk Arctic Endurance. Namun, sumber lain menegaskan bahwa ini bukan sekadar latihan biasa, melainkan penempatan militer nyata.

Pasukan yang dikirim mencakup resimen Denmark dan unit elite, serta dukungan dari negara sekutu seperti Prancis, Jerman, dan Swedia. Mereka bahkan dilengkapi perlengkapan tempur, termasuk darah untuk transfusi dan bahan peledak, indikasi kesiapan menghadapi konflik bersenjata.

Sebelumnya, Denmark juga disebut telah meningkatkan kesiapsiagaan militernya di Greenland, termasuk mempersiapkan pasukan dengan amunisi aktif jika skenario terburuk terjadi.

Hingga kini, pemerintah Denmark, militer, maupun otoritas Greenland belum memberikan komentar resmi terkait laporan tersebut.

Ketegangan memuncak

Greenland menjadi sorotan karena posisinya yang strategis di kawasan Arktik serta kekayaan sumber daya alamnya. Trump berulang kali menyatakan bahwa AS perlu menguasai wilayah tersebut demi kepentingan keamanan nasional, bahkan tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan militer.

Situasi ini memicu kekhawatiran besar di antara negara-negara anggota NATO, mengingat Denmark dan AS sama-sama merupakan anggota aliansi tersebut.

Ketegangan sempat mencapai puncaknya sebelum akhirnya mereda pada 21 Januari, ketika Trump menyatakan telah mencapai kesepakatan kerangka kerja dengan Sekretaris Jenderal NATO. Namun, detail kesepakatan itu hingga kini belum diungkap ke publik.

Sebagai respons atas meningkatnya tensi di kawasan Arktik, NATO kemudian meluncurkan misi penguatan keamanan di wilayah tersebut. Denmark dan AS termasuk di antara negara yang terlibat dalam operasi itu.

Langkah Denmark mengirim pasukan ke Greenland mencerminkan betapa seriusnya kekhawatiran terhadap potensi konflik, bahkan di antara sekutu lama dalam satu aliansi militer.

(tis/tis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Entertainment |