Jakarta, CNN Indonesia --
Kementerian Pertahanan (Kemhan) Inggris menyatakan kapal induk Angkatan Laut Kerajaan (Royal Navy) saat ini tengah disiapkan untuk kemungkinan dikerahkan ke Timur Tengah.
Juru bicara Kemhan Inggris mengatakan para prajurit Royal Navy kini sedang mempersiapkan HMS Prince of Wales. Meski begitu, belum ada arahan untuk memberangkatkan kapal perang tersebut, demikian dilaporkan The Guardian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut laporan Sky News, personel Royal Navy telah diberi informasi mengenai potensi pengerahan ke Timur Tengah. Ada laporan bahwa kapal mesti siap diberangkatkan dalam waktu lima hari.
Laporan ini juga diwartakan BBC News, yang mengutip sejumlah sumber dari pertahanan. Jika benar dikerahkan, HMS Prince of Wales akan bergabung dengan HMS Dragon, yang juga sedang dikirim ke wilayah tersebut.
Wacana pengerahan kapal induk Inggris ini mencuat setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyindir Perdana Menteri Inggris Keir Starmer gegara telat mengirim kapal induk ke Timur Tengah untuk membantu AS-Israel berperang melawan Iran.
Dalam unggahan di Truth Social pada Sabtu (7/3) malam, Trump mengatakan AS sudah tidak butuh kapal induk Inggris karena "sudah menang".
"Inggris Raya, sekutu besar kita di masa lalu, mungkin juga yang terhebat dari semuanya, akhirnya mempertimbangkan dengan serius untuk mengirim dua kapal induk ke Timur Tengah," tulis Trump.
"Tidak apa-apa, Perdana Menteri Starmer, kami tidak butuh kapal-kapal induk itu lagi. Tapi kami akan mengingatnya. Kami tidak butuh orang-orang yang baru ikut dalam perang setelah kami menang," lanjut Trump, seperti dikutip AFP.
Pemerintah Inggris belakangan dikritik Partai Konservatif lantaran tak bertindak cepat untuk melindungi Siprus dari serangan drone.
Pangkalan Inggris di pulau tersebut diserang drone pada Minggu (1/3), yang awalnya disebut milik Iran. Namun belakangan Inggris menyatakan drone itu bukan berasal dari Teheran.
Pasukan AS berada di pangkalan Inggris di Siprus untuk bersiap melancarkan serangan ke Iran. Inggris awalnya tak setuju, namun akhirnya manut juga. Siprus pun diserang setelah Starmer menyatakan mengizinkan pasukan AS memakai pangkalan London untuk menggempur Iran.
Pasca Siprus diserang, negara-negara Eropa antara lain Prancis, Spanyol, dan Italia, ramai-ramai mengirim kapal perang ke wilayah tersebut. Pengerahan itu dilakukan untuk membantu Inggris dan AS.
Kemhan Inggris juga telah mengirim 400 personel tambahan ke Siprus serta mengaktifkan operasi jet tempur F-35 dan sistem pertahanan udara.
(blq/end)


















































