Elon Musk Disebut Akan Mundur dari Pemerintahan Trump

20 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Elon Musk disebut akan segera meletakkan jabatannya yang kontroversial sebagai kepala Kementerian Efisiensi Pemerintahan (DOGE) dalam beberapa minggu mendatang.

Kabar tersebut datang setelah Presiden Donald Trump tampak menyiratkan hal itu di hadapan media pada Senin (31/3), seperti diberitakan The Guardian pada Rabu (2/3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dia harus menjalankan perusahaan besar... pada suatu saat dia akan kembali," kata Trump. "Saya akan mempertahankannya selama saya bisa mempertahankannya,"

The Guardian menyebut Musk menghadapi batasan ketat 130 hari memegang jabatan pegawai pemerintah khusus. Bila dihitung sejak pelantikan Presiden, mungkin jabatan Musk ini akan berakhir pada akhir Mei.

Pihak Gedung Putih sebelumnya membantah rumor tersebut dan menyebut Musk "akan tetap di sini".

Di sisi lain, sumber dalam pemerintahan mengatakan kepada Politico pada Rabu (2/3) bahwa Musk memang akan mengundurkan diri dari jabatan tukang gergaji anggaran tersebut dalam beberapa minggu mendatang.

Namun Musk membantah laporan itu dan menyebutnya sebagai "palsu". Selain itu, sekretaris Gedung Putih, Karoline Leavitt, pada Rabu (2/3) mengatakan berita itu "sampah".

"Elon Musk dan Presiden Trump sama-sama menyatakan secara terbuka bahwa Elon akan meninggalkan layanan publik sebagai pegawai pemerintah khusus saat pekerjaannya yang luar biasa di DOGE selesai," kata Leavitt.

The Guardian menyebut pihak Gedung Putih tak segera menanggapi permintaan komentar terkait kabar ini.

Sementara itu, meski Elon Musk mundur, departemen yang ia pimpin akan terus berlanjut hingga 2026 sesuai dengan instruksi yang dibuat Trump.

Para pejabat yang ditunjuk Musk untuk menjalankan berbagai lembaga di seluruh pemerintahan juga berpeluang menjabat lebih lama dari masa jabatan taipan tersebut.

DOGE sudah bekerja sebagai tukang jagal berbagai lembaga pemerintah AS sejak Musk bergabung sebagai pegawai tingkat tinggi pada Januari 2025.

Lembaga itu memecat 10 ribu pegawai Kementerian Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan hanya pada pekan ini saja, sembari berusaha menghilangkan seluruh lembaga semacam USAID yang berfokus pada kemanusiaan dan media pemerintah, Voice of America.

New York Times memperkirakan setidaknya ada 56 ribu pekerjaan di level pemerintah pusat yang dipangkas sejak 20 Januari dan 75 ribu lainnya menerima pesangon sukarela. Angka tersebut belum termasuk dengan target setidaknya 171 ribu target pengurangan di masa depan.

Doge mengklaim sukses menghemat US$140 miliar, meski sejumlah media menyebut menemukan kesalahan fatal dalam penghitungan tersebut.

Musk mengatakan kepada Fox News bahwa ia berharap bisa menyelesaikan "sebagian besar pekerjaan yang diperlukan untuk mengurangi defisit sebesar US$1 triliun" sebelum jabatan khususnya berakhir.

Keterlibatan Elon Musk juga sudah menimbulkan kekhawatiran konflik kepentingan yang signifikan mengingat kontrak pemerintah yang terjalin dengan perusahaannya. Selain itu, sebagai pegawai pemerintah khusus, pengungkapan keuangannya tetap dirahasiakan.

(end)

Read Entire Article
Entertainment |