Jakarta, CNN Indonesia --
Mantan bek kiri Manchester United, Patrice Evra mengaku geram pada tiga legenda The Red Devils yang terus melontarkan kritik kepada Michael Carrick.
Tiga nama legenda yang dimaksud adalah Paul Scholes, Roy Keane, dan Gary Neville. Ketiganya konsisten menolak soal kemungkinan Carrick jadi pelatih permanen MU.
Evra kemudian angkat bicara. Mantan pemain asal Prancis itu menilainya Scholes, Keane, dan Neville tidak punya dasar yang kuat karena terbukti gagal saat menjadi pelatih.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya harap unggahan Instagram Paul Scholes itu palsu, saya harap akunnya diretas. Sejujurnya saya tidak terkejut dengan hal itu dari Scholesy. Dia adalah pemain paling pendiam yang pernah bermain bersama saya. Sekarang, di media, dia melontarkan pernyataan mengejutkan," ucap Evra seperti dilansir dari Daily Mail.
"Saya benar-benar tidak mengerti mengapa Carrick kurang mendapat dukungan, dia adalah salah satu dari kami [eks pemain MU] dan dia melakukan pekerjaannya dengan sangat baik. Ada analisis negatif dari Scholesy, juga Keane dan Neville. Itu membuat saya kesal karena kami ingin [MU] berada di empat besar, dan komentar seperti itu tidak perlu," katanya lagi.
Evra kemudian bicara rekam jejak ketiganya sebagai pelatih. Keane, Neville, dan Scholes tidak punya rekam jejak menawan sebagai juru racik formasi dan justru kerap dipecat.
"Sebagian besar dari mereka mendapat pekerjaan sebagai pelatih dan langsung dipecat. Saya berkata kepada Neville: "Mudah berbicara di TV. Ketika Anda berada di Valencia, mereka meminta Paella [hidangan tradisional di Valencia] lalu Anda memberi mereka ikan dan kentang goreng," tutur Evra.
Carrick baru saja menelan kekalahan perdana selama melatih MU ketika ditekuk Newcastle United 1-2, pertengahan pekan lalu. Sebelum itu, Carrick membantu MU tidak terkalahkan dalam tujuh pertandingan di Liga Inggris.
(jal/rhr)


















































