Fabregas Tidak Sebut Jay Idzes sebagai Pemain Kuat di Sassuolo

2 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Pelatih Como, Cesc Fabregas, tidak menyebut Jay Idzes sebagai pemain kuat di kubu Sassuolo setelah anak asuhnya meraih tiga poin atas I Neroverdi, Sabtu (29/11) dini hari waktu Indonesia.

Di bawah arahan Fabregas, Como menjadi salah satu klub yang cukup bisa bersaing di Serie A. Setelah musim lalu menempati peringkat ke-10 di klasemen akhir, pada musim ini skuad berjuluk I Lariani untuk sementara ada di jajaran papan atas.

Como mengamankan peringkat keenam dengan 24 poin pada pekan ke-13 setelah mengalahkan Sassuolo.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fabregas menilai Sassuolo adalah lawan kuat karena memiliki sederet pemain penting, namun mantan pemain Spanyol itu tidak memasukkan nama Jay Idzes sebagai sosok krusial di tim lawan.

"Pada babak pertama, kami tidak bermain dengan cara yang biasa. Permainan counter pressing kami bukan yang terbaik di babak pertama, mereka menemukan alur operan. Kemudian pada saat turun minum, saya beri instruksi kepada para pemain, dan pada babak kedua saya melihat tim yang dominan dan bisa mencetak peluang," kata eks gelandang Arsenal dan Chelsea itu dikutip dari Sassuolo News.

"Kami bermain dengan tim yang diperkuat [Domenico] Berardi, [Andrea] Pinamonti, [Armand] Lauriente, [Alieu] Fadera, [Kristian] Thorstvedt, dan [Ismael] Kone, yang saya pikir adalah pemain-pemain yang sangat kuat. Ini adalah tim yang sangat kuat, dan menjadi ujian penting bagi kami," jelas Fabregas.

Menurut Fabregas kemenangan atas Sassuolo lebih dari sekadar tiga poin karena laga yang sulit, lawan yang berkelas, dan kemampuan anak asuhnya mencatatkan clean sheet.

Rasa optimistis pun menjalar. Fabregas yakin klub yang baru promosi ke Serie A pada musim lalu tersebut bisa tampil menjanjikan pada masa yang akan datang.

"Kami adalah Como, tim kecil dengan hati besar, dengan rencana besar untuk masa depan, tumbuh perlahan, dan setelah 2-3-4-5-6-7 tahun, identitas ini akan lebih kuat melawan tim yang sudah berusia 100 tahun," tutur Fabregas mengaitkan soal pertandingan pekan selanjutnya melawan Inter Milan.

"Kami baru punya tim berusia dua tahun, yang belum bisa menciptakan perbedaan kultur atau mental, tetapi kami sudah berjalan lebih jauh dari yang saya bayangkan. Kami membangun tim besar, sangat muda, terkadang kami menang, terkadang kalah, tetapi tetap dengan visi yang kami punya," tukasnya.

[Gambas:Video CNN]

(nva/nva)

Read Entire Article
Entertainment |