Fenomena Pink Moon 1 April, Apakah Bulan akan Berwarna Merah?

4 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Fenomena Pink Moon akan menghiasi langit pada 1 April mendatang. Pink Moon merupakan sebutan fenomena Bulan Purnama yang terjadi pada April.

Meski demikian, fenomena "Pink Moon" bukan berarti Bulan akan menjadi berwarna merah muda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut The Old Farmer's Almanac, nama tersebut berasal dari bunga liar yang mekar di awal musim semi dan berasal dari Amerika Utara bagian timur, Phlox subulata, yang umumnya dikenal sebagai creeping phlox atau moss phlox.

Bunga ini, yang sering disebut "moss pink," sedang mekar penuh sekitar waktu Bulan Purnama di bulan April.

Dalam astronomi, Bulan Purnama merujuk pada waktu yang spesifik, namun bagi pengamat di Bumi, Bulan tampak purnama selama sekitar satu hari sebelum dan sesudah momen tersebut.

Anda dapat melihat piringan Bulan yang cerah dan bulat di arah timur pada malam hari, tepat di atas kepala Anda pada tengah malam, dan di arah barat sesaat sebelum Matahari terbit.

Dikarenakan Bulan Purnama berada kira-kira di sisi berlawanan dari Matahari, ia biasanya muncul di dekat cakrawala timur saat Matahari terbenam dan tetap terlihat di langit hampir sepanjang malam, lalu terbenam menjelang Matahari terbit.

Waktu tepat terbitnya Bulan bergantung pada lokasi Anda dan lintasan Bulan di langit, sehingga bisa berbeda secara signifikan bahkan di antara kota-kota yang berdekatan.

Selain Pink Moon, Bulan Purnama April juga memiliki beberapa nama lain seperti "Breaking Ice Moon" (Algonquin) dan "Bulan Saat Sungai Kembali Dapat Dilayari" (Dakota) merujuk pada mencairnya es dan meningkatnya aktivitas di awal musim semi.

Kemudian, ada juga yang menyebutnya Bulan Tunas Tumbuhan dan Semak (Tlingit) serta Bulan Rumput Merah Muncul (Oglala) yang menyoroti pertumbuhan tanaman yang akan segera berkembang pesat.

Nama-nama lain berfokus pada kembalinya hewan-hewan tertentu, seperti Bulan Saat Bebek Kembali (Lakota), Bulan Saat Angsa Bertelur (Dakota), dan Bulan Katak (Cree).

Sementara itu, Bulan Ikan Sucker (Anishinaabe) menandai waktu panen ikan sucker, yang kembali ke sungai atau danau dangkal untuk bertelur. Legenda mengatakan inilah saat ikan kembali dari dunia roh untuk membersihkan air dan makhluk di dalamnya.

Nama tersebut juga dapat diterapkan pada Bulan Februari, menghormati pengorbanan ikan sucker untuk membantu suku Anishinaabe bertahan hidup di musim dingin.

(lom/dmi)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Entertainment |