Hamas Wanti-wanti Indonesia soal Tugas Pasukan ISF di Gaza

1 hour ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemimpin senior Hamas, Osama Hamdan, mengultimatum Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Forces/ISF) termasuk Indonesia yang akan dikerahkan ke Jalur Gaza, Palestina.

Hamdan membeberkan sudah berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait termasuk Indonesia yang juga rencananya akan mengirimkan ribuan pasukan ke Gaza untuk bergabung sebagai ISF.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami menekankan bahwa agar hal ini dapat dicapai dengan benar, pasukan harus ditempatkan di perbatasan, memisahkan warga Palestina dari pendudukan, dan mencegah pendudukan melanjutkan agresinya terhadap rakyat Palestina," kata Hamdan saat wawancara dengan media Aljazeera Mubasher yang dirilis Rabu (11/2).

Hamdan juga mengungkapkan hasil komunikasi dengan pihak Indonesia mengenai tujuan pengerahan pasukan di Gaza.

Peran Indonesia di Gaza, lanjut dia, akan terbatas pada memisahkan warga Palestina dari pasukan pendudukan dan mencegah agresi. Selain itu, mereka tak akan campur tangan dalam urusan sipil.

"Kami mendengar pernyataan yang jelas dari semua negara ini bahwa mereka tidak akan menjadi pihak yang melaksanakan agenda Israel terhadap rakyat Palestina atau melakukan agresi terhadap mereka," kata Hamdan.

"Anda mendengar ini secara eksplisit dari pemerintah Indonesia: mereka tidak akan menjadi pihak atau pelaksana agenda Israel apa pun di Jalur Gaza," imbuh dia.

Media Israel, KAN, melaporkan RI akan jadi negara pertama yang mengerahkan pasukan internasional ke Gaza beberapa pekan usai Presiden Amerika Serikat Donald Trump konferensi tingkat tinggi Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) di Washington.

KTT Board of Peace akan digelar pada 19 Februari di Washington.

Kabar pengerahan pasukan RI ini muncul setelah Indonesia disebut sebagai salah satu negara yang akan mengirim pasukan sebagai bagian dari ISF bersama Uni Emirat Arab, Italia, Azerbaijan, Pakistan, Qatar, Turki, dan negara lain.

Pasukan ISF, termasuk dari Indonesia, dikerahkan untuk menjaga dan mengawasi gencatan senjata termasuk menangani masalah perbatasan.

Sebagai contoh, pasukan Indonesia bisa saja dikerahkan untuk mengawasi garis perbatasan di Khan Yunis dan Rafah di Gaza selatan.

Terpisah, Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kementerian Pertahanan RI Brigjen Rico Ricardo Sirait mengatakan upaya Indonesia untuk mendukung perdamaian, gencatan senjata, dan rekonstruksi di Gaza masih dalam persiapan.

Rico juga menyebut Indonesia masih terus berkoordinasi dan menunggu mandat internasional dan keputusan resmi pemerintah.

"Terkait kabar bahwa Indonesia akan menjadi 'negara pertama' yang mengirim pasukan, kami belum dapat mengonfirmasi informasi tersebut," jawab Rico saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com melalui pesan singkat pada Selasa.

(isa/rds)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Entertainment |