Harga Minyak Dunia Melonjak 9 Persen Dampak Perang Iran vs AS-Israel

2 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Harga minyak dunia mengalami lonjakan hingga sembilan persen pada Senin (2/3) imbas perang di Iran. 

Usai dikeroyok Amerika Serikat dan Israel, Iran memblokade Selat Hormuz. Kapal-kapal termasuk tanker minyak yang masih nekat melintasi jalur pelayaran itu akan diserang. Tercatat sudah tiga kapal diserang di selat tersebut.

Dilansir dari Reuters, lonjakan harga minyak ini ditengarai akan mengancam ekonomi global, memicu inflasi, dan mendorong naiknya harga BBM termasuk di AS. Hal ini disebut berisiko bagi Presiden AS, Donald Trimp jelang pemilihan paruh waktu pada November mendatang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun begitu, lonjakan harga perdagangan ketika dibuka kembali setelah akhir pekan ini lebih rendah dibandingkan dengan prediksi sejumlah analis.

Harga minyak mentah Brent (LCoc1) naik hingga 13 persen ke US$82,7 per barel, tertinggi sejak Januari 2025. Namun kemudian turun dan diperdagangkan naik US$6,91 atau 9,5 persen menjadi US$79,78 per barel pada pukul 09.19 GMT.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS CLc1 mencapai level tertinggi yakni US$75,33 per barel, naik lebih dari 12 persen dan tertinggi sejak Juni tetapi kemudian ada penurunan dan ditutup menjadi US$72,90 per barel.

"Pergerakan terbaru ini mencerminkan ketidakpastian mengenai skala dan durasi konflik yang terjadi saat ini serta mengakui bahwa masa depan politik Iran dapat memiliki implikasi besar terhadap stabilitas Timur Tengah," kata James Hosie dari Shore Capital seperti dilansir dari Reuters.

Pada Minggu (1/3), beberapa analisis memperkirakan harga minyak akan dibuka hari ini di atas US$90 dan mendekati US$100 per barel.

Harga minyak dunia melonjak karena serangan yang merusak kapal tanker dan mengganggu pengiriman di Selat Hormuz antara Iran dan Oman yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab.

Lebih dari 200 kapal termasuk tanker minyak dan gas cair berlabuh di luar Selat tersebut, menurut data pelayaran pada hari Minggu. Tiga tanker rusak dan satu pelaut tewas dalam serangan di perairan Teluk.

(jal/sur)

Read Entire Article
Entertainment |