Hati-hati Ubah Foto Pribadi Jadi Kartun Pakai AI

17 hours ago 4

CNN Indonesia

Jumat, 04 Apr 2025 12:45 WIB

Mengunggah foto pribadi ke situs AI untuk dijadikan kartun juga tetap memiliki potensi bahaya privasi dan keamanan. Mengunggah foto pribadi ke situs AI untuk dijadikan kartun juga tetap memiliki potensi bahaya privasi dan keamanan. (tookapic/Pixabay)

Jakarta, CNN Indonesia --

Mengubah foto pribadi menjadi kartun dengan menggunakan AI jadi tren dalam beberapa waktu terakhir, terutama seperti pada Lebaran 2025 yang berisikan momen bertemu dan bercengkerama dengan keluarga.

Foto-foto kebersamaan yang diunggah ke situs dengan AI dan kemudian diubah menjadi kartun seperti gaya Studio Ghibli memang tampak menghasilkan kartun yang menggemaskan untuk dipamer ke media sosial.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun perusahaan keamanan siber asal Rusia, Kaspersky mengingatkan bahwa mengunggah foto pribadi ke situs AI untuk dijadikan kartun juga tetap memiliki potensi bahaya privasi dan keamanan.

Menurut Group Manager Kaspersky AI Technology Research Center, Vladislav Tushkanov, menggunakan asisten percakapan model ChatGPT untuk keperluan pekerjaan dan rekreasi tidak berbeda dengan menggunakan layanan berbasis internet lainnya.

"Meskipun sebagian besar perusahaan mapan memastikan keselamatan dan keamanan data yang mereka kumpulkan dan simpan, bukan berarti perlindungannya bersifat antipeluru," kata Tushkanov dalam pernyataannya pada Jumat (4/4).

Tushkanov menyebut sejumlah hal seperti masalah teknis dan aktivitas lainnya bisa memungkinkan data yang diunggah pengguna bocor dan menjadi konsumsi publik atau bahkan dijual di darkweb.

"Selain itu, akun yang digunakan untuk mengakses layanan dapat diretas jika kredensial atau perangkat pengguna disusupi," kata Tushkanov.

Tushkanov memaparkan, berdasarkan pakar intelijen Kaspersky Digital Footprint, ada banyak unggahan di darkweb dan forum peretas yang menawarkan akun pengguna curian untuk dijual layanan AI.

Akun-akun tersebut akan sangat mungkin berisi riwayat percakapan pribadi dengan chatbot, kata Tuskhanov.

"Foto, terutama potret, adalah data sensitif, karena menyediakan sejumlah informasi tentang pengguna yang dapat digunakan oleh penjahat dunia maya, misalnya untuk menyamar sebagai mereka di media sosial," kata Tuskhanov.

Meski begitu, Tuskhanov mengingatkan bahwa skema penipuan tidak cukup dengan hanya menggunakan foto. Para pelaku butuh informasi yang lebih beragam dari korban, seperti informasi pribadi lainnya atau dokumen tertentu.

"Menggunakan chatbot untuk membahas masalah pribadi, seperti keuangan atau kesehatan, dapat memberi penjahat dunia maya lebih banyak peluang untuk skema potensial, seperti spear phishing." katanya.

Tuskhanov menyebut ada sejumlah cara yang bisa digunakan pengguna untuk melindungi diri mereka kala menggunakan layanan berbasis AI.

Berikut tips aman pakai layanan AI:

  1. Akun harus dilindungi dengan kata sandi yang kuat, bila memungkinkan gunakan autentikasi dua faktor.
  2. Gunakan perangkat keamanan yang komprehensif, termasuk untuk kata sandi.
  3. Pakai operator layanan yang sudah mapan.
  4. Perlakukan chatbot sebagai orang asing.
  5. Jangan bahas masalah pribadi apalagi membagikan detail rahasia.
  6. Waspada terhadap situs web phishing potensial yang mengumpulkan kredensial dan menyebarkan malware.

(end)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Entertainment |