Jakarta, CNN Indonesia --
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 1,04 persen atau turun 76,87 poin ke level 7.285 pada perdagangan Jumat (13/3).
Mengutip RTI Business pukul 09.27 WIB, IHSG sebelumnya dibuka di level 7.338 dan sempat menyentuh level tertinggi 7.350 pada awal sesi perdagangan. Namun tekanan jual membuat indeks bergerak turun hingga menyentuh level terendah 7.283.
Pergerakan indeks terjadi di tengah dominasi saham yang bergerak di zona merah. Tercatat 145 saham menguat, sementara 438 saham melemah, dan 126 saham bergerak stagnan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aktivitas perdagangan pada awal sesi tercatat cukup aktif. Volume transaksi mencapai 5,66 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp2,20 triliun serta frekuensi transaksi sebanyak 327.363 kali.
Seiring pelemahan indeks, kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp13.009,84 triliun.
Adapun net foreign buy di seluruh pasar mencapai sekitar Rp1 triliun, dengan Rp905,27 miliar berasal dari pasar reguler dan Rp95,66 miliar dari pasar negosiasi serta tunai.
Pada sisi volume perdagangan, investor domestik masih mendominasi dengan porsi 78,05 persen, sedangkan investor asing berkontribusi 21,95 persen. Pembelian domestik tercatat 21,0 miliar saham, sementara penjualan domestik mencapai 20,9 miliar saham.
Dari sisi nilai transaksi, total turnover tercatat sekitar Rp13,4 triliun, dengan kontribusi transaksi domestik 62,60 persen dan investor asing 37,40 persen. Nilai beli asing tercatat Rp5,5 triliun sementara nilai jual asing sekitar Rp4,5 triliun.
Frekuensi transaksi juga didominasi investor domestik sebesar 80,34 persen, sedangkan investor asing menyumbang 19,66 persen.
Sejumlah saham yang aktif diperdagangkan pada awal sesi antara lain PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang naik 1,45 persen ke level 7.000, PT Ace Oldfields Tbk (KUAS) yang melonjak 17,70 persen ke 133, serta PT Indo Oil Perkasa Tbk (OILS) yang naik 7,87 persen ke 274.
Di sisi lain, beberapa saham juga mengalami penurunan seperti PT Petrosea Tbk (PTRO) yang turun 2,78 persen ke 4.550 dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) yang melemah 3,41 persen ke 1.415.
(ldy/ins)


















































