Jakarta, CNN Indonesia --
Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan stok daging sapi dalam kondisi aman menjelang Hari Raya Idulfitri 2026. Hal ini seiring pasokan yang didukung impor hingga 700 ribu sapi hidup serta ketersediaan dari dalam negeri.
Deputi I Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa mengatakan secara umum ketersediaan daging sapi masih mencukupi kebutuhan masyarakat.
"Stok daging sapi relatif sangat cukup. Karena kita kan importasinya 700 ribu live cattle (sapi hidup). Kemudian stok daging lokal juga banyak," ujar Ketut di Pasar Mayestik, Jakarta Selatan, Selasa (17/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan indikasi kecukupan stok juga terlihat dari kondisi pasar yang masih terisi dan tidak mengalami kekosongan pasokan.
"Lihat saja di pasar, tidak ada yang kosong sebenarnya," katanya.
Menurut Ketut, pasokan daging sapi berasal dari kombinasi produksi dalam negeri dan impor. Dari dalam negeri, pasokan antara lain berasal dari daerah sentra seperti Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dikirim ke berbagai wilayah konsumsi.
Selain itu, ketersediaan juga diperkuat oleh kegiatan penggemukan sapi yang berjalan di dalam negeri.
"Dua-duanya. Jadi dari dalam negeri tentu yang dari NTB, dari NTT datang ke sini dan lain sebagainya. Kemudian ada penggemukan. Jadi sebenarnya dari stoknya sangat cukup," ujarnya.
Untuk pasokan impor, Ketut menyebut sebagian besar berasal dari Australia, yang masih menjadi pemasok utama sapi hidup bagi Indonesia.
"Dari luar (negeri) itu banyaknya dari Australia. Dominannya Australia walaupun kita buka Brasil tapi belum banyak datang," katanya.
(del/ins)
Add
as a preferred source on Google

















































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5440135/original/042410700_1765423920-IMG-20251210-WA0008.jpg)