Inflasi Venezuela Meledak ke 475 Persen, Tertinggi di Dunia

2 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Venezuela mencatat inflasi tahunan 475 persen pada 2025, dan menjadi rekor tertinggi di dunia. Sementara itu, inflasi kumulatif untuk dua bulan pertama 2026 sudah mencapai hampir 52 persen.

Hiperinflasi tersebut dipicu oleh pengetatan sanksi Amerika Serikat (AS), sebelum penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Menurut data Bank Sentral Venezuela, harga makanan dan minuman saja naik 532 persen tahun lalu. Sementara, biaya sewa meningkat 340 persen dan layanan kesehatan naik 445 persen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Inflasi ini membunuh kami," kata Eduardo Sanchez, pemimpin serikat guru, yang menyalahkan kebijakan ekonomi pemerintah, dikutip AFP, Sabtu (7/3).

Angka 475 persen ini jauh melampaui perkiraan Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF), yakni 269,9 persen.

Perekonomian Venezuela terpukul sepanjang tahun lalu gara-gara kampanye 'tekanan maksimum' Presiden AS Donald Trump terhadap Maduro. Washington akhirnya menculik dan menggulingkan pemimpin sosialis tersebut pada 3 Januari lalu, melalui operasi pasukan khusus AS di Caracas.

Usai menggulingkan Maduro, mulai melonggarkan sebagian sanksi terhadap Venezuela.

Washington dan Caracas kini berjanji memulihkan hubungan diplomatik secara penuh setelah bertahun-tahun berseteru, serta 'bekerja sama' mengembangkan cadangan minyak dan mineral Venezuela.

Namun, banyak warga Venezuela mengatakan mereka belum merasakan turunnya harga barang-barang. Kebutuhan pokok seperti makanan dan obat-obatan masih sangat mahal.

Direktur firma konsultan Sintesis Financiera, Tamara Herrera memperkirakan inflasi akan turun menjadi sedikit di atas 100 persen tahun ini.

[Gambas:Video CNN]

(pta)

Read Entire Article
Entertainment |