Iran Ancam Balik AS Usai Blokade Selat Hormuz: Kami Tutup Laut Merah

7 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Komandan Markas Besar Militer Iran Khatam Al Anbiya Ali Abdollahi mengancam akan menutup Selat Merah menyusul tindakan Amerika Serikat yang memblokade Selat Hormuz.

Abdollahi mengatakan jika AS terus melanjutkan aksinya maka mereka melanggar gencatan senjata.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jika AS yang agresif dan teroris terus melakukan tindakan ilegal dalam memberlakukan blokade maritim di kawasan tersebut dan menciptakan ketidakamanan bagi kapal-kapal komersial dan tanker minyak Iran, tindakan AS ini akan menjadi pelanggaran awal gencatan senjata," kata Abdollahi dalam rilis resmi pada Rabu (15/4), dikutip Tasnim News.

Dia lalu berujar, "Dan Angkatan Bersenjata Iran yang kuat tak akan mengizinkan ekspor atau impor apa pun di wilayah Teluk Persia, Laut Oman, dan Laut Merah untuk terus berlanjut."

Iran, lanjut dia, akan mengambil tindakan tegas untuk mempertahankan kedaulatan dan kepentingan nasional mereka.

Jika menutup jalur Laut Merah, maka Selat Bab al Mandab yang bakal ditutup Iran. Hal ini seperti yang dinyatakan sebelumnya oleh seorang sumber dari Iran 

Bab Al Mandab adalah jalur maritim sepanjang 32 kilometer yang terletak di antara Yaman dan Djibouti. Kawasan ini menghubungkan Samudra Hindia ke Laut Mediterania melalui Terusan Suez.

Sekitar 12 persen perdagangan minyak global melintasi selat ini pada paruh pertama 2023. Pada 2025, rata-rata sekitar 4,2 juta barel minyak dunia melalui selat ini per hari.

Gangguan apa pun di Selat Bab Al Mandab dapat menghentikan perdagangan antara Eropa dan Asia. Kapal harus memutar mengelilingi Afrika jika terjadi disrupsi, sehingga waktu pengiriman bisa molor 10-14 hari.

Per Sabtu (28/3), kelompok milisi Houthi di Yaman mengancam akan menutup Selat Bab Al Mandab sebagai bagian dari strategi perang mereka. Ancaman itu dilontarkan usai Houthi resmi bergabung dengan Iran untuk melawan AS-Israel.

Wakil Menteri Informasi dalam pemerintahan yang dikelola Houthi, Mohammed Mansour, mengatakan kepada Televisi Al Araby bahwa penutupan Selat Bab Al Mandab mungkin saja dilakukan guna menekan AS dan Israel.

Houthi adalah kelompok di Yaman yang terafiliasi dengan Iran.

Ancaman penutupan akses Laut Merah muncul usai AS memblokade Selat Hormuz menyusul negosiasi damai dengan Iran berakhir buntu pada pekan lalu.

Blokade itu mulai berlaku pada Senin pukul 09.00 waktu setempat. Presiden AS Donald Trump mengeklaim militer menenggelamkan 158 kapal Angkatan Laut Iran.

Dia juga mengatakan akan terus menghancurkan kapal Iran terutama jika mereka mendekati blokade AS. Militer akan menggunakan cara yang sama saat mereka menggempur kapal-kapal di perairan Karabia.

Dalam negosiasi AS-Iran, Pemerintahan Trump ingin Iran mengakhiri program nuklir dan menyerahkan material uranium yang diperkaya. Namun, Teheran menolak.

Iran ingin AS menghormati hak pengayaan uranium mereka, berhenti menggempur Iran proksinya, hingga mengakui kedaulatan Iran atas Selat Hormuz.

Negosiasi itu berlangsung di Islamabad, Pakistan, usai lebih dari sebulan Amerika Serikat beserta Israel menggempur habis-habisan Iran.

(isa/bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Entertainment |