Jakarta, CNN Indonesia --
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengancam akan menyerang semua kapal yang melintas di Selat Hormuz menyusul perang terbuka melawan Amerika Serikat dan Israel.
Penasihat senior IRGC, Ebrahim Jabari, pada Minggu (1/3) mengatakan Selat Hormuz saat ini telah ditutup dan kapal apa pun yang melintas akan diserang Iran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selat telah ditutup. Siapapun yang mencoba melintas, IRGC dan angkatan laut reguler (Iran) akan membakar kapal-kapal tersebut," kata Jabari dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Al Jazeera.
Jabari menambahkan tak akan ada setetes minyak pun yang dibiarkan Iran keluar dari kawasan. Langkah ini dilakukan agar AS kesulitan mendapat minyak dari wilayah Teluk.
"Kami juga akan menyerang jalur pipa minyak dan tidak akan membiarkan setetes pun minyak keluar dari wilayah ini. Harga minyak akan mencapai 200 dolar AS dalam beberapa hari mendatang," ucap Jabari.
"Amerika Serikat, dengan utang miliaran dolar, bergantung pada minyak di wilayah ini, tapi mereka harus tahu bahwa bahkan setetes minyak pun tidak akan sampai kepada mereka," demikian lanjutnya, seperti dilaporkan Tasnim.
Iran telah menutup Selat Hormuz pasca Israel-Amerika Serikat meluncurkan serangan ke Teheran pada 28 Februari lalu.
Iran mengeklaim penutupan dilakukan karena kawasan tersebut tak aman mengingat banyaknya serangan udara.
Pada Minggu, setidaknya tiga kapal di Selat Hormuz dilaporkan diserang. Badan keamanan maritim Inggris (UKMTO) melaporkan kapal-kapal tersebut terkena "proyektil tak dikenal".
Selat Hormuz adalah salah satu jalur air paling vital di dunia yang bertanggung jawab atas 20 persen lalu lintas minyak global.
Gangguan apa pun di selat ini akan meningkatkan harga minyak mentah dunia. Pada akhirnya, disrupsi pada Selat Hormuz berpotensi memicu eskalasi regional.
(blq/rds)


















































