IRGC Iran Balas Trump: Kami Kuasai Selat Hormuz Sepenuhnya

1 hour ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Korps Garda Revoluasi Islam Iran (IRGC) mengklaim sepenuhnya mengontrol Selat Hormuz, jalur yang penting untuk perdagangan minyak dan gas dunia. IRGC membalas klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

"Saat ini, Selat Hormuz berada di bawah kendali penuh Angkatan Laut Republik Islam Iran," kata pejabat Angkatan Laut Garda, Mohammad Akbarzadeh, dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan kantor berita Fars yang dikutip Al Arabiya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pernyataan tersebut sekaligus membalas komentar Donald Trump yang mengklaim pemerintah AS menawarkan jaminan kepada kapal-kapal di Teluk setelah Iran sebagian besar berhasil menutup Selat Hormuz, yang menyebabkan harga minyak melonjak.

Trump menyebut militer AS akan menemani kapal-kapal melalui Selat Hormuz jika diperlukan. Namun, Trump mematok harga bagi kapal-kapal yang ingin menggunakan jasa militer AS untuk melewati Selat Hormuz.

[Gambas:Video CNN]

"Mulai dengan segera. Saya telah memerintahkan United States Development Finance Corporation (DFC) untuk menyediakan, dengan harga yang sangat wajar, asuransi risiko politik dan jaminan untuk keamanan, keuangan, semua perdagangan maritim, terutama energi, yang melewati Teluk," tulis Trump dalam sebuah unggahan media sosial, Selasa (3/3).

"Jika perlu, Angkatan Laut Amerika Serikat akan mulai mengawal kapal tanker melalui Selat Hormuz sesegera mungkin. Apa pun yang terjadi, Amerika Serikat akan memastikan aliran energi yang bebas ke dunia," tulis Trump.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur minyak dunia yang menjadi pertemuan penting antara Teluk Arab dan Teluk Oman. Selat itu terletak antara negara Oman dan Iran dan menghubungkan jalur laut sejumlah negara seperti Arab Saudi, Irak, Kuwait, Bahrain, Qatar, dan Uni Emirat Arab.

Selat Hormuz sangat penting karena merupakan jalur arteri utama yang dilalui lebih dari 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) global.

Sejak serangan AS-Israel pada Sabtu (28/2), Iran memutuskan untuk menutup Selat Hormuz. Hingga Selasa (3/3), ada sekitar 200 kapal tanker yang terjebak di pintu masuk Selat Hormuz di Teluk Oman.

(har)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Entertainment |