Jakarta, CNN Indonesia --
Keberadaan PT Freeport Indonesia (PTFI) telah memberi dampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat, salah satunya lapangan pekerjaan. Sejak berdiri, PTFI telah menyerap puluhan ribu pekerja, termasuk warga lokal di daerah operasi.
Dihimpun berbagai sumber, hingga Juli 2024, jumlah tenaga kerja yang terlibat dalam kegiatan PTFI, baik pekerja langsung maupun kontraktor, mencapai sekitar 30.834 orang. Angka ini mencakup pekerja di area tambang Papua serta di fasilitas smelter tembaga di Gresik, Jawa Timur.
Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, menjelaskan bahwa pembangunan dan pengoperasian smelter menjadi salah satu sumber penyerapan tenaga kerja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengatakan, smelter tembaga PTFI yang beroperasi di kawasan KEK JIIPE, Gresik, mampu menyerap tenaga kerja hingga sekitar 2.000 orang pada saat beroperasi penuh.
"Smelter tembaga ini menyerap hingga 2.000 tenaga kerja," ujar Tony Wenas dikutip dari CNBC Indonesia.
Selain itu, selama fase pembangunan, proyek smelter Gresik juga melibatkan puluhan ribu tenaga kerja konstruksi. Ribuan pekerja tersebut berperan dalam tahap konstruksi dan instalasi fasilitas, yang menciptakan efek penyerapan tenaga kerja jangka pendek selama fase pembangunan.
Tidak hanya membuka lapangan kerja, kegiatan operasional PTFI juga memberi kontribusi signifikan bagi penerimaan negara dan daerah.
Sepanjang tahun 2024, perusahaan menyetorkan sekitar Rp7,73 triliun kepada pemerintah pusat dan daerah dari pembagian laba bersih. Alokasi itu diterima oleh Pemerintah Provinsi Papua Tengah, Kabupaten Mimika (daerah penghasil), dan daerah lain di sekitarnya.
Tony menyebut setoran ini sebagai bagian dari kontribusi perusahaan bagi pembangunan, khususnya daerah.
"Pembayaran bagian daerah dari keuntungan bersih merupakan bukti nyata komitmen perusahaan dalam berkontribusi pada pembangunan ekonomi daerah," katanya.
Selain laba bersih, PTFI juga berkontribusi terhadap penerimaan negara dalam bentuk pajak, royalti, dividen, dan pungutan lainnya yang pada 2024 mencapai lebih dari US$4,6 miliar atau sekitar Rp79 triliun. Dari jumlah itu, kontribusi langsung ke daerah mencapai lebih dari Rp11,5 triliun.
Tony menambahkan, PTFI juga terus berkomitmen memberikan manfaat kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional melalui berbagai program investasi sosial.
Pada 2024, nilai investasi sosial PTFI mencapai lebih dari Rp2 triliun dan akan terus bertambah sekitar US$100 juta atau Rp1,5 triliun per tahun sampai dengan 2041.
Tony mengatakan, keberhasilan PTFI sebagai perusahaan adalah ketika masyarakat di lingkungan sekitar area operasional meningkat taraf hidup dan kesejahteraannya.
"Kami percaya, tidak ada perusahaan yang berhasil di tengah masyarakat yang gagal. Kami akan terus tumbuh dan berkembang bersama masyarakat hingga selesainya operasi penambangan," kata Tony.
(inh)

















































