Kenapa Makanan Lebaran Berlemak dan Bersantan?

1 day ago 4
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Hari Raya Idulfitri atau Lebaran selalu identik dengan hidangan khas yang menggugah selera. Ketupat, opor ayam, rendang, gulai, dan berbagai makanan lainnya hampir selalu hadir di meja makan saat momen spesial ini.

Menariknya, banyak dari hidangan tersebut menggunakan santan dan memiliki kandungan lemak yang cukup tinggi.

Mengapa makanan Lebaran di Indonesia cenderung bersantan dan berlemak?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tradisi kuliner yang mengakar

Indonesia memiliki beragam masakan tradisional yang kaya akan rempah-rempah dan santan. Pada zaman dahulu, penggunaan santan dalam masakan sudah menjadi bagian dari budaya kuliner Nusantara.

Santan memberikan cita rasa gurih dan tekstur yang lebih lezat pada makanan, sehingga banyak hidangan khas daerah yang menggunakannya, termasuk menu Lebaran.

Selain itu, dalam budaya masyarakat Indonesia, makanan berkuah seperti opor dan gulai sering dikaitkan dengan perayaan besar. Seiring waktu, makanan-makanan ini menjadi bagian dari tradisi yang diwariskan turun-temurun dan selalu hadir saat Lebaran.

Mengembalikan energi setelah puasa

Selama sebulan penuh menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan, umat Islam menahan diri dari makan dan minum sejak fajar hingga petang. Makanan yang disajikan saat Lebaran umumnya berlemak dan bersantan karena dianggap dapat membantu tubuh mengembalikan energi yang hilang setelah berpuasa selama 30 hari.

Lemak dalam makanan berperan sebagai sumber energi yang lebih tahan lama dibandingkan karbohidrat. Oleh karena itu, makanan seperti rendang, gulai, dan opor ayam sering dikonsumsi untuk memberikan tenaga setelah sebulan penuh menjalani pola makan terbatas.

Pengaruh daya tahan makanan

Selain alasan budaya dan energi, penggunaan santan dan lemak dalam makanan Lebaran juga berkaitan dengan daya tahan makanan itu sendiri. Beberapa hidangan seperti rendang yang dimasak dengan santan dan bumbu rempah yang kaya memiliki daya tahan lebih lama, bahkan bisa bertahan hingga berhari-hari tanpa perlu disimpan di lemari pendingin.

Ini menjadi keuntungan tersendiri saat Lebaran, di mana banyak keluarga memasak dalam jumlah besar untuk menjamu tamu dan kerabat yang datang bersilaturahmi. Makanan berlemak dan bersantan juga lebih mudah dihangatkan kembali tanpa kehilangan cita rasanya.

Meski lezat dan menjadi bagian dari tradisi, konsumsi makanan bersantan dan berlemak saat Lebaran sebaiknya tetap dikontrol. Mengonsumsi makanan berlemak dalam jumlah berlebihan dapat meningkatkan kadar kolesterol dan berisiko menyebabkan gangguan kesehatan seperti gangguan pencernaan hingga peningkatan tekanan darah.

Untuk menyiasatinya, masyarakat dapat mengganti santan kental dengan santan encer, mengurangi penggunaan minyak dalam masakan, atau mengimbanginya dengan asupan sayur dan buah yang lebih banyak.

(isn/isn)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Entertainment |