CNN Indonesia
Senin, 06 Apr 2026 20:15 WIB
Ilustrasi. Ada orang yang secara tidak sadar menggesekkan kaki sebelum tidur. Kebiasaan ini disebut cricketing. Berikut penjelasannya. (thinkstock)
Jakarta, CNN Indonesia --
Secara sadar atau tidak, beberapa orang terbiasa menggesekkan kaki sebelum tidur. Kebiasaan yang disebut cricketing ini bukan tanpa alasan. Berikut penjelasannya.
Ada perasaan tenang saat kaki dapat beradu atau saling gesek. Rupanya ini bukan sesuatu yang aneh. Disebut cricketing, kebiasaan berupa menggesekkan kedua kaki secara berulang seperti perilaku jangkrik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jangkrik menghasilkan suara khas saat menggesekkan kedua kaki mereka. Namun pada manusia, tak ada suara yang dihasilkan tapi ada ketenangan, kenyamanan fisik, dan penurunan kecemasan.
"Ketika seseorang mengalami peningkatan tingkat ketidaknyamanan, yang mengimbangi tingkat dasar mereka, perilaku berulang adalah respons umum untuk mengurangi kecemasan atau stres dari ancaman yang dirasakan," kata terapis Sydelcis Mendez mengutip dari Skimm.
Jade Wu, psikolog tidur, berkata menggerakkan kaki seperti jangkrik bisa jadi pengatur emosi atau perilaku menenangkan diri terutama pada mereka yang memiliki autisme dan attention deficit hyperactivity disorder (ADHD).
Kemudian bisa juga kebiasaan menggesekkan kaki di malam hari jadi salah satu gejala sindrom kaki gelisah. Menurut Wu, sindrom kaki gelisah (restless legs syndrome) termasuk gangguan neurologis yang mendorong orang menggerakkan kaki disertai rasa kencang, kesemutan, tarikan, atau nyeri di kaki.
"Ini biasanya terjadi di malam hari, dan menggerakkan atau menggesekkan kaki meredakan sensasi tersebut. Ini sering dianggap sebagai gangguan terkait tidur karena cenderung mengganggu tidur," jelas Wu mengutip dari Health.
Apa cricketing berbahaya?
Sejauh ini, belum ada bukti bahwa cricketing membahayakan tubuh. Kebiasaan ini dapat dilihat sebagai perilaku positif atau netral karena memiliki lebih banyak efek positif ketimbang negatif.
Menggesekkan kedua kaki dapat membantu menenangkan sistem saraf, meningkatkan perasaan rileks, dan dapat menenangkan diri.
Terapis pernikahan dan keluarga Jennifer Worley mengatakan cricketing tidak merugikan terutama saat tidak menimbulkan rasa sakit atau mengganggu kualitas tidur.
"Jika seseorang merasa tindakan tersebut menenangkan dan tidak mengganggu tidur mereka atau tidur orang lain, kemungkinan besar tidak berbahaya," kata Worley.
(els)
Add
as a preferred source on Google































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5440135/original/042410700_1765423920-IMG-20251210-WA0008.jpg)


















