Kepala BRIN Proyeksi Pembangkit Listrik Nuklir Beroperasi Sebelum 2032

14 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala BRIN Prof. Arif Satria memproyeksikan PLTN di Indonesia akan beroperasi lebih cepat dari jadwal seharusnya 2032.

Hal itu disampaikan Arif dalam pertemuan dengan sejumlah pemimpin media massa. Dia menuturkan riset ketahanan energi salah satu yang dilakukan oleh BRIN.

"PLTN dijadwalkan beroperasi 2032 tapi mungkin dipercepat lagi," kata Arif dalam pemaparannya di Jakarta, Jumat (9/1).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain PLTN, dia menuturkan, BRIN juga mengembangkan infrastruktur pengisian kendaraan listrik, bioetanol, bioavtur dan biodiesel.

Dalam keterangan resminya, BRIN menuturkan pihaknya pun fokus pada pengembangan teknologi struktur, sistem dan komponen (SSK) serta keselamatan reaktor nuklir.

Lembaga itu menjelaskan Pembangunan PLTN di Indonesia telah dirancang secara bertahap dalam dokumen Rencana Umum Energi Nasional (RUEN).

RUEN menetapkan bahwa kontribusi energi nuklir dalam bauran energi nasional bisa mencapai 4-5 persen pada 2050.

Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN)2025-2045 menyatakan Indonesia diproyeksi akan membangun dan mengoperasikan PLTN komersial pertama dengan kapasitas 250 megawatt di fase dua atau fase commissioning pada 2030-2034, khususnya 2032.

"Dalam fase satu atau fase persiapan antara 2025-2029, akan dilakukan penyiapan regulasi dan kelembagaan PLTN. Sehingga, dalam fase keempat - tahun 2040-2045, Indonesia diharapkan dapat melakukan ekspansi operasi PLTN komersial serta kemandirian teknologi PLTN," demikian BRIN.

(asa)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Entertainment |