Ketua Viking dan Rektor ITB Bertemu Usai Ramai Kisruh di Medsos

1 hour ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Institut Teknologi Bandung (ITB) buka suara terkait adanya postingan yang menyebut bobotoh atau para pendukung klub Persib Bandung sebagai 'hama' viral di media sosial.

Rektor ITB Tatacipta Dirgantara menyayangkan adanya cuitan dengan nada provokatif yang diunggah oleh akun non resmi ITBFess kepada pendukung Persib Bandung.

"Saya mohon maaf sekali bahwa telah terjadi kegaduhan yang sudah disampaikan di media sosial. Kita tahu bahwa kehidupan di media sosial ini kadang-kadang kemudian bergulir menjadi bola salju yang besar dan berdampak pada kerukunan," ujarnya dalam keterangan video, Selasa (26/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pertemuan yang digelar dengan perwakilan dari Bobotoh tersebut, ia menegaskan tidak ada keinginan untuk membenturkan antara keluarga besar ITB dengan suporter Persib Bandung.

Ia juga mengaku tidak setuju dengan pernyataan yang diunggah oleh akun tersebut. Dirgantara menegaskan ITB memiliki aturan dan etika yang berlaku di lingkungan kampus.

"Kami sama sekali tidak membenarkan dan menyesalkan, bahkan mengutuk pernyataan-pernyataan yang sifatnya provokatif, menghasut, memecah belah gitu," jelasnya.

"Itu semua sebetulnya bukan ciri-ciri dari budaya akademik yang beradab. Kita ini adalah satu keluarga besar dan mari kita sama-sama membuat Kota Bandung ini kota yang aman, yang kondusif, yang kita saling jaga baik-baik, dan kita bisa hidup bersama dengan tenang, dengan senang," imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Viking Persib Club Tobias Ginanjar mengimbau masyarakat khususnya para Bobotoh untuk tidak lagi terprovokasi oleh postingan oknum yang tidak bertanggung jawab.

Ia menegaskan bahwa banyak juga keluarga besar ITB yang juga menjadi bagian atau mendukung klub Persib Bandung itu sendiri.

"Ternyata Pak Rektor juga Bobotoh, Pak Wakil Rektor juga Bobotoh, Pak Dekan Bobotoh juga. Jadi kalau ada narasi yang menyebut bahwa ITB anti Bobotoh itu tidak benar," tuturnya.

Di sisi lain, ia juga menyambut baik sikap ITB yang berjanji akan menindak tegas pelaku yang menyebarkan narasi provokatif itu sesuai dengan aturan internal yang berlaku.

"Kami sama-sama sepakat bahwa tindakan tersebut tidak bisa dibenarkan dan Pak Rektor menyampaikan bahwa sebelum kita bertemu juga sudah akan dilakukan tindakan tegas sesuai aturan internal yang berlaku," jelasnya.

Sebelumnya viral unggahan di akun media sosial ITBFess yang menyoroti vandalisme pada tugu masuk ITB usai konvoi Bobotoh pada 24 Mei 2026. Isu ini pertama kali ramai diperbincangkan usai akun @mengsans mengunggah rekaman layar.

Konvoi digelar untuk merayakan Persib yang menjuarai Liga Indonesia tiga kali berturut-turut. 

Postingan tersebut kemudian berkembang hingga memicu nada provokatif yang menyebut Bobotoh sebagai "hama" dan melontarkan ujaran rasis.

Akibatnya, reaksi dari Bobotoh pun bermunculan. Nama ITB ikut terseret dalam polemik lantaran akun menfess tersebut identik dengan lingkungan kampus

Namun saat ini, akun tersebut sudah tidak bisa diakses. Bahkan, saat nama ITBFess dicari, hasil pencariannya justru mengarah ke portal terkait Persib Bandung.

[Gambas:Twitter]

(tfq/dal)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Entertainment |