CNN Indonesia
Kamis, 19 Mar 2026 00:30 WIB
Ilustrasi. Jumlah wisatawan China ke Jepang anjlok hingga 45,2 persen pada Februari 2026 dibandingkan tahun sebelumnya. (AFP/Yuichi Yamazaki)
Jakarta, CNN Indonesia --
Jumlah wisatawan China ke Jepang anjlok hingga 45,2 persen pada Februari 2026 dibandingkan tahun sebelumnya. Hal itu disebut dampak dari perselisihan diplomatik kedua negara masih terasa untuk bulan ketiga berturut-turut.
China sebelumnya menjadi sumber wisatawan terbesar ke Jepang, hingga berkontribusi pada booming pariwisata di negeri bunga sakura dan Gunung Fuji. Hal itu juga didorong oleh yen yang lemah sehingga belanja menjadi murah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun pada Januari, Korea Selatan menyalip China sebagai kontingen terbesar dan pada Februari mereka juga menjadi sumber terbesar, dengan jumlah pengunjung dari negara tersebut melonjak 28,2 persen menjadi 1,1 juta.
Angka tersebut dibandingkan dengan 396.400 pengunjung dari China bulan lalu, kata Organisasi Pariwisata Nasional Jepang.
Sebagai perbandingan, 18 negara dan wilayah mencatatkan rekor baru untuk jumlah warga negara mereka yang mengunjungi Jepang pada Februari, termasuk Korea Selatan, Taiwan, dan Amerika Serikat.
Hubungan Jepang dan China memburuk sejak Perdana Menteri Sanae Takaichi pada November 2025 menyatakan bahwa Jepang mungkin akan campur tangan secara militer dalam upaya China untuk merebut Taiwan.
China menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan tidak mengesampingkan penggunaan kekuatan untuk mencaploknya, dan sangat marah atas komentar tersebut.
China memanggil duta besar Tokyo dan memperingatkan warga Tiongkok untuk tidak mengunjungi Jepang.
Jumlah wisatawan China ke Jepang telah anjlok 45 persen pada Desember 2025 dan merosot tajam 60,7 persen pada Januari 2026
Kondisi tersebut membuat negara-negara lain, termasuk Korea Selatan mengalami peningkatan jumlah wisatawan Tiongkok.
Pada Januari 2026, 418.703 wisatawan mengunjungi Korea Selatan. Menurut Organisasi Pariwisata Korea, angka tersebut menunjukkan kenaikan dari 364.460 pada bulan yang sama tahun lalu.
Jumlah wisatawan Tiongkok ke Thailand juga meningkat rata-rata 4,24 persen selama periode Januari-Februari dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Musim bunga sakura Jepang akan mencapai puncaknya pada akhir Maret dan awal April, dan beberapa laporan media lokal menunjukkan penurunan jumlah wisatawan China akan terus berlanjut.
Dihubungi oleh AFP, hotel di daerah Teluk Tokyo mengatakan jumlah tamu China "telah berkurang setengahnya sejak November" dan kemungkinan akan berlanjut pada Maret dan April 2026.
Namun, beberapa hotel lain mengatakan mereka tidak melihat dampak signifikan dari meningkatnya hubungan antara Tokyo dan Beijing.
(afp/chri)
Add
as a preferred source on Google

















































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5440135/original/042410700_1765423920-IMG-20251210-WA0008.jpg)
