Jakarta, CNN Indonesia --
Cremonese memiliki momentum memutus tren buruk di Serie A Liga Italia saat menghadapi Lecce pada pertandingan pekan ke-28, Minggu (8/3).
Creonese yang merupakan klub promosi musim ini sedang dalam tren buruk. Klub berjulukan La Cremo tersebut tidak kalah dalam 13 pertandingan beruntun, 9 kali kalah dan 4 kali imbang.
Situasi ini berbeda dengan saat awal musim. Ketika itu Emil Audero dan kawan-kawan meraih dua kemenangan beruntun dan tiga kali imbang, termasuk melawan AC Milan hingga Como.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Buruknya pertahanan Cremonese jadi penyebab klub promosi ini terpuruk menjelang akhir musim. Dalam 13 laga terakhir, Cremonese sudah kebobolan 21 gol.
Statistik pertahanan Cremonese itu berbanding terbalik dengan performa Emil Audero di bawah mistar. menurut situs Kicket, kiper Timnas Indonesia tersebut jadi yang paling banyak melakukan penyelamatan di Liga Italia musim ini dengan 100 save.
Dalam statistik tersebut, Emil Audero mengungguli kiper Sasuuolo Arijanet Muric (98), kiper Cagliari Elia Caprile (95), hingga Provedel dari Lazio dengan 90 penyelamatan.
Dalam hal cleansheet, Emil Audero di peringkat kesembilan dengan 7 kali. Kiper Inter Milan, Yann Sommer jadi yang paling banyak clean sheet dengan 14 kali, lalu kiper Como Jean Butez dengan 13 kali cleansheet.
Pelatih Cremonese, Davide Nicola, berharap timnya bisa mencetak gol lebih dulu. Menekan Lecce sejak menit awal dianggap Nicola bakal memengaruhi jalannya pertandingan.
"Saya berbicara tentang Cremonese, yang menghadapi pertahanan yang kuat tetapi menciptakan peluang. Ini tentang membangun itu dengan rasa lapar, dengan keinginan untuk menentukan sejak menit pertama," ucap Nicola dikutip dari Laproviciacr.
"Mungkin kita perlu mencari gol pembuka dan melihat bagaimana pertandingan berlangsung. Kami menghormati Lecce tetapi itu tidak boleh menghambat kami, kami harus percaya diri."
(sry/ptr)

















































