Jakarta, CNN Indonesia --
Bukan Marouane Fellaini, bukan pula Adnan Januzaj. Sejarah mencatat, Mame Diouf sebagai pemain muslim pertama di Manchester United.
Pemain dengan nama lengkap Mame Biram Diouf itu direkrut dari klub Norwegia, Molde pada musim panas 2009. Usianya masih muda kala itu, 21 tahun.
Secara terbuka Diouf menyatakan diri sebagai pemeluk Islam. Unggahan tentang Ramadan, Idul Fitri hingga ucapan Alhamdulillah jadi isyarat tersebut. Mame Diouf sekaligus jadi pemain muslim pertama di Man Utd.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain pemain muslim pertama di Man Utd. Ia juga masih jadi satu-satunya pemain asal Senegal yang pernah berseragam The Red Devils.
Sayangnya, karier striker kelahiran Dakar itu kurang bersinar di bawah kendali Sir Alex Ferguson. Diouf hanya mencatat sembilan penampilan dengan sumbangan satu gol di tim utama Man Utd.
Dengan usia yang muda kala itu, Diouf juga sempat ditempa di tim Man Utd U-21 dengan torehan 11 gol dari 11 pertandingan. Namun selepas itu, Ferguson meminjamkan sang pemain kembali ke Molde lalu ke Blackburn.
Masa baktinya di Man Utd bertahan 2009-2012 sebelum direkrut Hannover 96 pada musim dingin 2012. Kariernya putar balik ke Inggris ketika bergabung dengan Stoke City pada 2014.
Diouf awet bersama Stoke City dengan enam tahun masa kerja. Selepas pentas di Inggris, Diouf hijrah ke Turki pada 2020 hingga saat ini.
Tercatat ada empat klub Turki yang dibela pemain berpostur 185 cm itu dari Hatayspor, Konyaspor, Goztepe, dan kini Ankara Keciorengucu. Meski sudah berusia 38 tahun, Diouf masih aktif merumput sebagai profesional.
Diouf seakan jadi pintu pembuka bagi pemain muslim yang lain di Man Utd. Setelahnya, bermunculan nama lain di Man Utd. Adnan Januzaj jadi salah satu yang paling mencuri perhatian pada dekade lalu.
Selepas Januzaj, giliran Marouane Fellaini yang mengambil peran. Pemain yang beken dengan rambut kribo itu jadi kapten muslim pertama untuk Man Utd.
Mame Diouf datang ke Manchester United pada 2009. (AFP/ANDREW YATES)
Lalu ada Paul Pogba sebagai pemain tenar Man Utd yang beragama Islam. Setelahnya ada Sofyan Amrabat, Amad Diallo, Noussair Mazraoui, dan Bryan Mbeumo.
Kehadiran pemain muslim ditanggapi positif oleh manajemen klub. Pada 2024, Man Utd mengumumkan dibukanya ruang ibadah untuk ragam kepercayaan termasuk Islam.
Berdekatan dengan itu, Man Utd juga meresmikan basis suporter muslim dengan nama Manchester United Muslim Supporters Club (MUMSC).
Kemudian pada awal tahun lalu, Man Utd menambah ruang ibadah di Old Trafford dengan kapasitas 20 orang. Ruangan tersebut dibuka 30 menit sebelum kick-off dan 30 menit setelah pertandingan berakhir.
(ikw/ptr)


















































