KULTUM KEMULIAAN RAMADAN
CNN Indonesia
Sabtu, 14 Mar 2026 04:00 WIB
Ilustrasi. Munajat dan memohon ampun merupakan dua hal yang sangat penting dalam kehidupan spiritual seorang muslim. (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)
Jakarta, CNN Indonesia --
Munajat dan memohon ampun merupakan dua hal yang sangat penting dalam kehidupan spiritual seorang muslim. Munajat secara harfiah berarti berdoa kepada Allah dalam suasana sunyi, seperti berbisik yang penuh kerendahan hati.
"Apalagi itu di malam hari atau di malam-malam menjelang fajar, di sepertiga malam terakhir. Itu merupakan tempat yang paling baik," ujar ulama sekaligus Wakil Presiden ke-13 RI Ma'ruf Amin dalam program Kultum Kemuliaan Ramadan 2026 CNNIndonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip Imam Ibnu Atha'illah, Ma'ruf mengatakan bahwa ada tanda amal seseorang yang gemar bermunajat diterima oleh Allah SWT. Tanda tersebut, yakni orang tersebut merasa nyaman dan enak saat menjalankan taatnya kepada Allah.
Seseorang yang sudah merasakan "buah" dari amalnya di dunia ini, berarti amalnya telah diterima. Rasa nikmat dan ketenangan saat beribadah menandakan kedekatan hatinya dengan Allah.
Meski biasanya dilakukan pada malam hari, tetapi ada munajat yang bisa dilakukan siang hari. Salah satunya munajat yang dibagikan Syekh Nawawi, mengutip dari tokoh sufi Syekh Abu Bakr As-Syibli.
Ijazah syair bait ini bisa dibacakan tujuh kali setelah salat Jumat. Berikut bunyinya:
Ilahy lastu lil firdausi ahla
Walaa aqway 'ala naaril jahiimi
Fahably zallaty wahfir dzunuuby
Fa innaka ghaafirul dzanbil 'adziimi
Wa 'aamilny mu'aamalatal kariimi
Watsabbitny 'alan nahjil qawwimi
Artinya: "Ya Tuhanku tak layak bagiku menghuni surga firdaus. Namun aku tak kuat bila menempati neraka jahim. Maka terimalah tobatku dan ampunilah semua dosaku karena hanya Engkaulah yang mengampuni dosa-dosa yang besar. Perlakukan aku seperti engkau perlakukan orang yang mulia dan tetapkan aku di atas jalan yang lurus."
Munajat juga berisi permohonan ampun atas dosa yang sangat banyak, bahkan digambarkan lebih besar dari buih di laut dan gunung.
Ungkapan-ungkapan ini menunjukkan betapa manusia menyadari keterbatasan dirinya dan betapa besar kasih sayang Allah yang Maha Pengampun.
"Justru sekarang ini, di akhir-akhir Ramadan, sepuluh hari terakhir dari Ramadan, di malam-malam Lailatul Qadar, sebaiknya kita melakukan munajat kepada Allah SWT, dan ini adalah malam-malam mustajabah, yang diterima oleh Allah SWT," tutur Ma'ruf.
Di penghujung kultum, Ma'ruf berpesan agar kita semua dapat merasakan manisnya bermunajat, sehingga hati menjadi tenang dan puasa kita diterima oleh Allah SWT.
(rti)
Add
as a preferred source on Google

















































