CNN Indonesia
Kamis, 23 Apr 2026 12:30 WIB
Ilustrasi. Masak praktis jadi solusi untuk mempermudah berbagai tugas perempuan modern. (iStock/rudi_suardi)
Jakarta, CNN Indonesia --
Perempuan masa kini cenderung menjalani banyak peran sekaligus. Tak hanya menjadi ibu rumah tangga di rumah, tapi juga aktif di dunia kerja hingga komunitas.
Dengan berbagai peran aktif yang dilakoni, perempuan butuh solusi untuk mempermudah tugas-tugasnya, termasuk dalam urusan memasak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Topik itulah yang diangkat dalam perayaan Hari Kartini ala Sasa di Jakarta, Selasa (21/4).
"Perempuan-perempuan zaman sekarang itu sudah beda. Mereka itu punya banyak peran. Ibu ya, kerja iya, profesional, bisnis juga iya," ujar Head of Marketing PT Sasa Inti, Ranie Wulandari.
Ranie menyebutnya sebagai 'juggling moms', kala perempuan punya banyak peran dan kegiatan yang harus dilakoni.
Menurutnya, berbagai peran ini membuat perempuan membutuhkan solusi yang praktis dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam urusan memasak agar tetap bisa menjalankan berbagai aktivitas tanpa beban berlebih.
"Masakan itu, kan, sebenarnya salah satu bentuk tanda cinta, tanda perhatian dari seorang ibu, itu membentuk satu momen kehangatan," lanjutnya.
Pengalaman serupa juga dibagikan oleh aktris sekaligus ibu, Anissa Azizah, yang mengaku sempat kesulitan beradaptasi di dapur saat awal menikah.
Ia mengatakan, memasak awalnya menjadi tantangan tersendiri karena belum terbiasa mengatur ritme dan teknik.
"Awal-awal, tuh, memang cari ritme untuk masak. Aku baru masuk dapur tuh ketika menikah, jadi lumayan agak kaget," kata Anissa.
Namun seiring waktu, ia mulai menemukan kepercayaan diri setelah mengenal bahan masakan yang praktis dan dapat diandalkan untuk menjaga rasa.
Chef & Brand Ambassador Sasa MSG, Martin Praja menjelaskan bahwa kunci memasak bukan hanya teknik, tetapi juga pemilihan bahan yang tepat agar prosesnya lebih efisien.
"Tinggal pinter-pinternya kita aja mau buat apa, tapi yang penting kita tuh harus pinter pilih bahan yang berkualitas yang udah pasti membantu masakan kita jadi lebih enak dan sehat juga. Jadi itu bisa memotong waktu kita untuk bisa melakukan hal lain," ujar Martin.
Di tengah tekanan dan kesibukan yang dihadapi perempuan modern, dapur tetap menjadi ruang sederhana yang tetap memiliki makna.
Memasak bukan hanya soal makanan, tetapi juga tentang menjaga koneksi emosional dalam keluarga, sekaligus memberi rasa percaya diri bagi perempuan dalam menjalani berbagai perannya.
(nga/asr)
Add
as a preferred source on Google









































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5478359/original/064555900_1768899201-_ARM7685.jpeg)







