Medsos Pemohon Visa AS Bakal Dicek, Kritik Israel Dilarang Masuk

19 hours ago 3

CNN Indonesia

Kamis, 03 Apr 2025 06:10 WIB

Menteri Luar Negeri AS perintahkan petugas konsuler periksa media sosial pemohon visa yang kritis terhadap Israel. Amerika ancam pengkritik Israel tak bakal dapat visa. (REUTERS/Kevin Lamarque)

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Luar Negeri Marco Rubio meminta petugas konsuler memeriksa media sosial (medsos) pemohon visa tertentu yang dicurigai mengkritik Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Jika ketahuan mendukung Palestina dan mengkritik AS beserta sekutu dekatnya, orang-orang tersebut akan dilarang masuk ke Negeri Paman Sam.

Dua pejabat AS mengatakan Rubio mengeluarkan arahan itu pada 25 Maret melalui kabel diplomatik. Arahan itu meminta petugas konsuler merujuk beberapa pelamar visa pelajar dan pengunjung pertukaran ke "unit pencegahan penipuan" untuk pemeriksaan wajib media sosial.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Arahan itu ditujukan untuk menolak pelamar yang menyatakan dukungan ke Palestina selama agresi brutal zionis Israel.

Kabel diplomatik itu menetapkan AS bisa menolak visa pelamar jika perilaku atau aktivitas daring mereka mencerminkan "sikap bermusuhan terhadap warga negara AS atau budaya AS (termasuk pemerintah, lembaga, atau prinsip dasar)."

Rubio secara agresif menegakkan kebijakan anti Palestina. Dia bahkan sudah mencabut lebih dari 300 visa, mayoritas pelajar.

"Kami memberi Anda visa untuk datang dan belajar serta memperoleh gelar, bukan untuk menjadi aktivis sosial yang merusak kampus kami," kata dia pekan lalu, dikutip Anadolu Agency.

"Jika Anda berbohong kepada kami dan memperoleh visa lalu memasuki Amerika Serikat, lalu dengan visa tersebut Anda ikut serta dalam kegiatan semacam itu, kami akan mencabut visa Anda," imbuh dia.

AS di bawah pemerintahan Donald Trump kian menunjukkan dukungan kuat ke Israel. Mereka juga menangkap dan mendeportasi orang-orang yang mendukung Palestina.

Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan pada Selasa, 1 April 2025 bahwa sebanyak 1.042 orang telah tewas di wilayah Palestina sejak negara teroris Israel melanjutkan serangan besar-besaran pada 18 Maret lalu.

Kementerian Kesehatan Gaza mencatat bahwa angka tersebut mencakup 41 orang yang tewas dalam 24 jam terakhir. Dilaporkan juga bahwa jumlah korban tewas secara keseluruhan oleh aksi genosida Israel telah mencapai 50.399 sejak perang dimulai pada tanggal 7 Oktober 2023.

(isa/dal)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Entertainment |