Jakarta, CNN Indonesia --
Finlandia--negara yang selalu kerap disebut sebagai tempat terbahagia di dunia berdasrkan survai PBB, World Happinest Report--sedang berupaya mengubur dalam-dalam dosa dari limbah radio aktif bahan bakar nuklir.
Secara harafiah, memang sisa limbah nuklir itu akan dikubur dalam-dalam di sebuah tempat penyimpanan bawah tanah yang dibangun di atas batuan dasar stabil berusia 1,9 miliar tahun di Eurajoki, wilayah barat daya Finlandia.
'Gudang geologis' untuk limbah nuklir itu dinamai 'Onkalo'--bahasa Finlandia untuk menyebut 'gua--itu akan menjadi tempat pertama di dunia yang jadi tempat penyimpanan permanen untuk limbah nuklir bekas radioaktif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip dari AFP, Senin (1/6), saat ini 'Onkalo' belum beroperasi. Namun, persiapan operasionalnya sudah hampir selesai.
Saat ini, Finlandia yang telah menggunakan pembangkit listrik tenaga nuklir sejak 1950an itu menyimpan limbah sisa radioaktifnya di 'gudang' sementara.
Tempat penyimpanan sementara itu adalah sebuah kolam air yang berada di kawasan pembangkit listrik Olkiluoto di dekat Laut Baltik .
Otoritas Keselamatan Radiasi dan Nuklir Finlandia (STUK) dijadwalkan memberikan persetujuan dalam penilaian akhir Onkalo pada Juni ini. Setelah itu izin operasi dapat diberikan.
"Kami berharap dapat memulai operasi ini pada akhir tahun ini atau kemungkinan besar pada awal tahun depan," kata Kepala Eksekutif Operator Nuklir Teollisuuden Voima Oyj (TVO), Philippe Bordarier,
Bordarier membawa reporter naik lift ke bawah tanah. Layar di lift itu tertulis nomor '433', dan pintunya pun terbuka.
Di luar lift itu, suara bergema di terowongan lembab. Itu akan menjadi tempat bahan bakar nuklir bekas akan dikubur di lubang-lubang yang dibor ke dalam batuan dasar, di mana bahan bakar tersebut akan tetap radioaktif berbahaya selama ribuan tahun.
Dengan kapasitas 6.500 ton uranium, Onkalo bertujuan untuk menyediakan penyimpanan permanen untuk bahan bakar bekas dari lima reaktor nuklir Finlandia -- tiga di antaranya terletak di Olkiluoto.
100 tahun dan 100.000 tahun
Jaringan Onkalo itu rencananya bakal beroperasi menerima asupan limbah nuklir selama 100 tahun. Tetapi, operasinya dapat diperpanjang jika reaktor nuklir baru dibangun.
Selanjutnya, ruang penyimpanan akan disegel untuk menyediakan penyimpanan yang aman setidaknya selama 100.000 tahun.
"Pada dasarnya, tempat penyimpanan ini harus aman selamanya," kata Lauri Parviainen, seorang ahli kimia Posiva yang menunjukkan fasilitas tersebut kepada para wartawan.
"Bahan bakar tersebut akan sangat radioaktif selama puluhan ribu tahun, imbuhnya.
Setelah lewat 100.000 tahun, dia mengatakan tingkat radioaktif diperkirakan akan kembali normal.
"Kira-kira sama dengan bijih uranium yang menjadi bahan baku bahan bakar tersebut," tutur Parviainen.
Adapun cara kerjanya, Parvianen menjelaskan di permukaan sebelumnya sisa bahan bakar nuklir bekas akan dikapsulkan dalam wadah tembaga yang sangat tahan korosi.
Wadah-wadah tersebut lalu akan diturunkan ke dalam lubang yang dibor di terowongan. Setelahnya lubang-lubang tersebut diisi dengan tanah liat bentonit untuk menyegelnya.
"Jadi, jika bentonit tetap di tempatnya, kita aman," kata Parviainen.
Setelah masing-masing terowongan pembuangan dengan panjang sekitar 300 meter itu terisi, maka akan ditutup dengan sumbat beton bertulang baja.
Ahli keselamatan nuklir dari STUK, Jarkko Kyllonen, mengatakan pihaknya sejauh ini mengasesmen bhawa skenario risiko untuk proyek Onkalo yang membentang hingga satu juta tahun ke depan.
"Mengingat potensi bahaya limbah, 10.000 tahun pertama sangat penting untuk menjaga kapsul tetap utuh," katanya.
Kyllonen menjelaskan risiko jangka panjang utama adalah korosi pada wadah tembaga atau gempa bumi selama zaman es di masa depan, yang berpotensi merusak kapsul dan menyebabkan kebocoran bahan bakar radioaktif.
Namun, hasil dari berbagai penilaian risiko yang dilakukan selama bertahun-tahun telah "positif".
Namun, Asosiasi Konservasi Alam Finlandia tetap kritis terhadap proyek tersebut, dengan bersikeras bahwa limbah nuklir menimbulkan risiko serius jangka panjang.
"Tidak ada yang dapat menjamin keamanan Onkalo selama ribuan tahun," kata pemimpin asosiasi itu, Tapani Veistola kepada AFP melalui email.

Perusahaan pengelolaan limbah nuklir Posiva mulai membangun lokasi tersebut pada tahun 2004.
Bukan cuma Finlandia. Tempat penyimpanan permanen limbah nuklir juga sedang dibangun di negara lain, termasuk Swedia dan Prancis.
Namun, sejauh ini hanya Finlandia yang pertama membuka solusi penyimpanan bawah tanah.
Menteri Iklim dan Lingkungan Finlandia, Sari Multala, menjelaskan berdasarkan hukum negara itu yang dibuat pada 1994, maka limbah nuklir yang dihasilkan harus disimpan di negara tersebut.
"Sebelum perubahan hukum pada tahun 1994, bahan bakar nuklir bekas diekspor ke, misalnya, Rusia," katanya.
(afp/kid)
Add
as a preferred source on Google































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502414/original/021404400_1770979645-Alpha-Group----Infinity-Nado---Poster---KV-Master-Landscape.png)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5497325/original/042233100_1770624882-a-dan-z-insyaallah-cinta-ff0053.webp)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494418/original/033754100_1770287739-KLBB.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495919/original/059923900_1770447341-Desain_tanpa_judul__2_.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490533/original/059684000_1770014554-1500x845.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500508/original/066346400_1770868016-yujin.jpeg)