CNN Indonesia
Jumat, 06 Mar 2026 09:30 WIB
Ilustrasi. Tambang Garam Wieliczka yang ada di bawah tanah Polandia. (Istock/RnDmS)
Jakarta, CNN Indonesia --
Di bawah Kota Krakow, terdapat sebuah dunia bawah tanah yang memikat sekaligus sarat sejarah. Tempat itu adalah Wieliczka Salt Mine, tambang garam kuno yang kini menjadi destinasi wisata unik dan telah diakui sebagai UNESCO World Heritage Site.
Tambang ini menghadirkan 'kerajaan' bawah tanah yang terbuat dari garam. Di dalamnya, pengunjung dapat menemukan berbagai keajaiban tak terduga, mulai dari kapel megah, karya seni pahatan, hingga lorong-lorong panjang yang dahulu menjadi pusat aktivitas pertambangan.
Sejarah Wieliczka bermula pada akhir abad ke-13, ketika aktivitas penambangan garam pertama kali dilakukan. Garam pada masa itu merupakan komoditas berharga yang dikumpulkan masyarakat untuk diperdagangkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Memasuki abad ke-14, tambang ini menjadi aset kerajaan Polandia di bawah pemerintahan Casimir III the Great. Garam dari Wieliczka menjadi sumber kekayaan penting bagi negara.
Setiap tahun, tambang ini mampu memproduksi sekitar 8.000 ton garam, menjadikannya salah satu pilar ekonomi Polandia saat itu.
Namun, pekerjaan di dalam tambang bukanlah hal mudah. Para penambang harus bekerja di kondisi yang berat dan berbahaya. Untuk menggali satu terowongan saja bisa memakan waktu puluhan tahun. Bahkan kuda-kuda yang digunakan untuk menarik katrol pengangkut garam kerap menghabiskan sebagian besar hidupnya di bawah tanah.
Situasi berubah drastis ketika pecah World War II. Saat wilayah tersebut diduduki Nazi, Wieliczka diubah menjadi pabrik bawah tanah yang memproduksi komponen pesawat.
Para pekerja paksa dipaksa bekerja di lorong-lorong tambang. Namun operasi itu tidak berlangsung lama, karena logam sulit diproduksi di lingkungan yang kaya garam.
Setelah perang berakhir, aktivitas penambangan perlahan dihentikan. Meski demikian, produksi garam masih dilakukan dengan cara memompa air garam dari dalam tanah, yang mampu menghasilkan lebih dari 10 ribu ton garam setiap tahunnya.
Seiring waktu, Wieliczka mulai dikenal sebagai destinasi wisata. Salah satu pengunjung paling terkenal datang jauh sebelum era pariwisata modern, yakni astronom ternama Nicolaus Copernicus yang mengunjungi tambang ini pada tahun 1493. Untuk mengenang kunjungan tersebut, sebuah patung garam Copernicus dipasang di salah satu ruang tambang pada 1973.
Kini, jaringan lorong tambang membentang hingga kedalaman hampir 330 meter. Meski begitu, jalur wisata biasanya hanya membawa pengunjung hingga kedalaman sekitar 135 meter.
Untuk menjelajahinya, pengunjung harus menuruni sekitar 380 anak tangga, meski tersedia juga lift. Perjalanan yang melelahkan itu akan terbayar ketika melihat pemandangan ruang-ruang bawah tanah yang dipenuhi pahatan, ukiran, hingga lampu gantung dari kristal garam.
Salah satu bagian paling menakjubkan adalah St. Kinga's Chapel. Kapel bawah tanah ini dipahat langsung dari bekas ruang pertambangan dan didedikasikan untuk Saint Kinga of Poland, pelindung para penambang garam.
Kapel tersebut dikerjakan selama 67 tahun oleh tiga penambang, Józef Markowski, Tomasz Markowski, dan Antoni Wyrodek hingga akhirnya selesai pada 1964. Hingga kini, kapel tersebut masih digunakan untuk kegiatan keagamaan pada hari-hari tertentu. Bahkan, pasangan juga dapat menggelar pernikahan di sana, dengan altar dan lampu gantung yang semuanya terbuat dari garam.
Saat ini, Wieliczka bukan hanya situs sejarah. Kompleks bawah tanahnya juga difungsikan sebagai ruang serbaguna. Beberapa ruangan dengan lantai kayu kerap digunakan untuk acara gala hingga kegiatan privat.
Ada pula ruangan besar setinggi sekitar 36 meter yang pernah digunakan wisatawan untuk mencoba bungee jumping hingga menerbangkan balon udara. Sementara bagi pengunjung yang mencari relaksasi, tersedia fasilitas spa yang memanfaatkan lingkungan mikroklimat tambang untuk terapi kesehatan.
Walau tidak lagi aktif sebagai tambang, Wieliczka tetap dijaga dengan cermat. Sekitar 380 pekerja masih dipekerjakan untuk merawat struktur dan ukiran garam yang rentan rusak jika terkena air.
Berkat upaya konservasi tersebut, kompleks bawah tanah ini tetap terpelihara hingga kini, menjadi salah satu warisan sejarah paling unik di Polandia.
(ana/tis)


















































