Mixed Signals dalam Hubungan, Tanda Bingung atau Red Flag?

2 hours ago 5

CNN Indonesia

Minggu, 31 Mei 2026 17:35 WIB

Mixed signal bisa muncul dalam hubungan yang bikin bingung pasangan. Ilustrasi. Mixed signal bisa muncul dalam hubungan yang bikin bingung pasangan. (iStockphoto/fizkes)

Jakarta, CNN Indonesia --

Mixed signals atau sinyal campur aduk dalam hubungan kini makin sering terjadi dan kerap membingungkan.

Dalam hubungan, terutama pada fase awal, kondisi ini biasanya muncul dari ketidaksinkronan antara ucapan dan perilaku. Seseorang bisa saja mengaku tertarik, tetapi jarang merespons pesan. Atau terlihat hangat saat bertemu, namun tiba-tiba menghilang tanpa penjelasan.

Melansir Women's Health Magazine, terapis hubungan di New York, Natasha Camille, menjelaskan bahwa mixed signals terjadi ketika apa yang dikatakan seseorang tidak sejalan dengan tindakannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Misalnya, seseorang mengaku ingin terus berkomunikasi, tetapi tidak menunjukkan usaha untuk menjaga interaksi, atau justru membalas pesan dengan jeda yang sangat lama.

Terapis hubungan Emily Simonian menyebut ada dua unsur utama dalam mixed signals, yakni ketidakkonsistenan dan komunikasi yang buruk. Ketika keduanya terjadi bersamaan, kebingungan dalam hubungan hampir tidak terhindarkan.

Dalam keseharian, mixed signals bisa muncul dalam berbagai bentuk. Mulai dari intensitas komunikasi yang naik-turun tanpa alasan jelas, sikap hangat saat bertemu tetapi dingin saat berjauhan, hingga menghindari pembicaraan soal kejelasan hubungan.

Ada pula yang sering mengatakan ingin bertemu, tetapi berulang kali membatalkan rencana. Atau menunjukkan kedekatan secara fisik, namun tidak pernah benar-benar memberi kepastian. Bahkan, aktif di media sosial, tetapi justru mengabaikan komunikasi langsung.

Pola yang tidak konsisten ini membuat seseorang terus menebak-nebak makna di balik setiap tindakan. Lama-kelamaan, kondisi ini bisa menguras energi emosional.

Di sisi lain, terapis Alysha Jeney menjelaskan bahwa mixed signals tidak selalu muncul dengan sengaja. Dalam beberapa kasus, hal ini terjadi karena seseorang belum benar-benar memahami apa yang ia inginkan dalam hubungan.

Faktor gaya keterikatan juga berpengaruh. Individu dengan kecenderungan avoidant attachment umumnya merasa tidak nyaman dengan kedekatan emosional. Mereka bisa terlihat sangat tertarik di awal, tetapi kemudian perlahan menjauh untuk menjaga jarak.

Apakah mixed signals termasuk red flag?

Mixed signals bisa menjadi tanda adanya masalah dalam hubungan, meskipun tidak selalu berarti hubungan tersebut harus langsung diakhiri.

Menurut Camille, kondisi ini justru menjadi sinyal bahwa komunikasi terbuka perlu dilakukan. Membicarakan apa yang dirasakan dapat membantu menghindari asumsi yang berlarut-larut.

Melansir Cosmopolitan, sex coach Portia Brown menyebut bahwa orang yang sering memberikan mixed signals kerap dilatarbelakangi rasa takut ditolak. Mereka cenderung menjaga jarak sambil tetap membuka kemungkinan lain, tanpa benar-benar berkomitmen.

Menurut Brown, mereka bisa saja belum yakin dengan apa yang diinginkan, atau tidak menyadari dampak dari perilakunya terhadap orang lain.

Sementara itu, pakar hubungan Ann Nguyen menambahkan bahwa ketidakkonsistenan juga bisa berkaitan dengan pengalaman masa lalu, seperti trauma atau luka emosional.

Terapis Marni Feuerman menekankan pentingnya menghadapi situasi ini secara langsung. Menanyakan kejelasan bukanlah hal yang berlebihan, melainkan langkah untuk melindungi diri sendiri.

Mixed signals bukan hanya membingungkan, tetapi juga melelahkan secara emosional. Terlalu lama berada dalam ketidakpastian dapat memicu kecemasan, keraguan diri, hingga kelelahan mental.

(nga/tis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Entertainment |